Connect with us

POLITIK

KPU Susun Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 untuk Pemilu 2029

Aktualitas.id -

Anggota KPU sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga dan Logistik, Yulianto Sudrajat,, humas kpu dosen/foto dosen

AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai menyusun Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 sebagai roadmap tata kelola logistik pemilu berbasis evaluasi dan pengalaman Pemilu 2024. Roadmap ini diproyeksikan menjadi panduan strategis pengelolaan logistik untuk lima tahun ke depan, menuju Pemilu 2029.

Hal tersebut disampaikan Anggota KPU sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga dan Logistik, Yulianto Sudrajat, saat membuka Rapat Penyusunan Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2024).

Menurut Drajat, pengalaman Pemilu 2024 menjadi pelajaran penting bagi bangsa, khususnya bagi KPU dalam merumuskan kebijakan pemilu berikutnya. Ia menyoroti tantangan besar dalam mengelola 204 juta pemilih yang tersebar di 802.000 tempat pemungutan suara (TPS), baik di dalam maupun luar negeri, dengan waktu pengelolaan logistik yang relatif singkat, yakni 75 hari.

“Rapat Penyusunan Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 ini merupakan buah pelajaran dari Pemilu 2024. KPU RI bersama Biro Logistik menyusun roadmap logistik untuk lima tahun ke depan dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis 4.0, agar tata kelola pemilu mendatang lebih matang, mulai 2026 hingga 2030,” ujar Drajat.

Ia menilai, pengelolaan pengadaan, pergudangan, sortir dan pelipatan, hingga distribusi logistik dari kabupaten/kota, kecamatan, desa hingga TPS telah terkelola dengan baik pada Pemilu 2024. Berbagai potensi kendala seperti kekurangan jumlah logistik maupun keterlambatan distribusi dapat diminimalisasi secara signifikan.

Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU, Eberta Kawima, menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Logistik Pemilu 4.0 menuju Pemilu 2029, terdapat empat aspek utama yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Keempat aspek tersebut meliputi regulasi, administrasi, distribusi, serta evaluasi.

Di sisi lain, Deputi Bidang Administrasi KPU, Suryadi, menilai penyelenggaraan pemilu ke depan harus semakin efisien, termasuk dalam pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) dengan pendekatan model 4.0 yang berbasis digital dan terintegrasi.

Kepala Biro Logistik KPU, Nur Wakit Aliyusron, menegaskan bahwa pembahasan logistik menjadi isu strategis dalam konteks penyelenggaraan pemilu mendatang. Menurutnya, KPU berkomitmen menghadirkan logistik Pemilu 2029 yang lebih baik dibandingkan Pemilu 2024.

“Dinamika penyediaan logistik telah kami catat dalam diskusi penyusunan Peta Jalan Logistik 4.0. Ini menjadi pijakan untuk memperkuat sistem logistik pemilu ke depan,” ujar Wakit.

Rapat tersebut turut dihadiri akademisi dari Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, konsultan bidang logistik, pejabat eselon III, serta jajaran staf Sekretariat Jenderal KPU.

Dengan penyusunan roadmap Logistik Pemilu 4.0 ini, KPU berharap penyelenggaraan Pemilu 2029 dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemilu di Indonesia. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version