Connect with us

POLITIK

Survei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5

Aktualitas.id -

Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5

AKTUALITAS.ID – Dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan evaluasi yang kurang menggembirakan. Sebuah laporan yang disusun oleh Kabinet Bayangan dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memberikan rapor merah terhadap kinerja Kabinet Merah Putih.

Berdasarkan hasil riset yang dirilis pada Minggu (11/10/2026), pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh nilai akhir 4,7 dari skala 10. Penilaian ini menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari eksekusi program prioritas, tata kelola pemerintahan, hingga kepemimpinan dan komunikasi publik.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memaparkan rincian penilaian kinerja tersebut. “Penilaian kinerja kabinet dari masyarakat umum sebesar 4,7 dari 10. Sementara berdasarkan penilaian ahli, nilainya lebih rendah lagi, yakni 2,9 dari 10,” ujarnya dalam pemaparan hasil riset secara daring.

Secara spesifik, kinerja Presiden Prabowo mendapat skor 2,8/10 dari kelompok ahli dan 4,6/10 dari masyarakat umum. Sementara itu, kinerja Wapres Gibran juga mendapat penilaian rendah, dengan skor 2,2/10 dari ahli dan 4,9/10 dari masyarakat umum.

“Jadi, baik Presiden maupun Wakil Presiden, keduanya sama-sama mendapat skor di bawah angka 5,” tambah Bhima, dikutip Senin (12/10/2026).

Lebih lanjut, survei ini juga mencoba memotret situasi kebatinan masyarakat selama dua tahun terakhir. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana mayoritas responden mengaku mengalami tekanan.

“Sebanyak 75 persen responden merasa stres dengan kebijakan pemerintah saat ini. Bahkan, secara spesifik, 67 persen merasa stres dengan perilaku dari Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Bhima.

Kapasitas kepemimpinan Presiden Prabowo juga mendapat sorotan tajam dari kalangan ahli. Sebanyak 71 persen dari 129 ahli yang menjadi responden menilai kapasitas kepemimpinan presiden tidak memadai.

Selain itu, survei ini juga menyoroti persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Lebih dari separuh responden (53%) menyatakan kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, 92% responden ahli menyatakan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan di bawah kepemimpinan Prabowo.

Isu lain yang juga menjadi sorotan adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di mana 96% responden menilai penanganan yang dilakukan pemerintah tidak efektif.

Sebagai informasi, survei ini melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden dari masyarakat umum yang tersebar di berbagai provinsi. Pengumpulan data dilakukan antara 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei terhadap masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads, sedangkan responden ahli dipilih menggunakan snowball sampling. (Bowo/Mun)

Continue Reading

TRENDING

Exit mobile version