RAGAM
Ibu Menyusui Bisa Berpuasa dengan Aman, Ini Tips dari Pakar Kesehatan
AKTUALITAS.ID – Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, menyatakan bahwa ibu menyusui tetap bisa menjalankan ibadah puasa selama kondisi kesehatan ibu dan bayi terjaga dengan baik. Yang terpenting, ibu harus memastikan asupan cairan dan nutrisi tetap terpenuhi agar produksi ASI tetap lancar.
Konsultasi Sebelum Berpuasa
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, dr. Ngabila menyarankan ibu menyusui untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini sangat penting, terutama bagi ibu yang bayinya masih berusia di bawah enam bulan dan masih mengandalkan ASI eksklusif.
Namun, bagi ibu yang bayinya sudah mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan mulai menyusu lebih jarang, menjalankan puasa akan lebih mudah dilakukan.
Kunci Sukses Berpuasa bagi Ibu Menyusui
Jika sudah mendapat izin medis untuk berpuasa, ibu menyusui perlu memperhatikan beberapa hal penting, di antaranya:
✅ Cukupi Kebutuhan Cairan
Minumlah setidaknya 2-3 liter air per hari untuk mencegah dehidrasi. Pembagian waktu minum bisa dilakukan saat berbuka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur. Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda yang bisa menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
✅ Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Saat sahur, pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum yang dapat memberikan energi tahan lama. Pastikan juga asupan protein terpenuhi dari telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe agar produksi ASI tetap optimal. Sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun juga penting, serta jangan lupa konsumsi buah dan sayur untuk serat serta vitamin.
✅ Pilih Makanan yang Tepat Saat Berbuka
Saat berbuka, mulai dengan minum air putih dan makan beberapa biji kurma agar energi cepat kembali. Hindari makanan berlemak tinggi dan terlalu manis agar tubuh tidak mudah lemas setelah berpuasa.
Perhatikan Produksi ASI
Dr. Ngabila mengingatkan agar ibu menyusui tetap memantau produksi ASI dan kondisi bayi. Jika bayi tampak rewel atau ASI terasa berkurang drastis, ibu disarankan untuk mempertimbangkan kembali puasanya.
“Ibu menyusui juga perlu mendapatkan istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat. Jika merasa lemas, pusing, atau produksi ASI menurun drastis, sebaiknya tidak ragu untuk membatalkan puasa demi kesehatan ibu dan bayi,” jelasnya.
Jika masih ragu atau ingin mendapatkan kepastian, dr. Ngabila menyarankan ibu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Dengan persiapan yang tepat, ibu menyusui tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman tanpa mengorbankan kesehatan diri maupun bayinya. (ARI WIBOWO/RIHADIN)
-
PAPUA TENGAH05/04/2026 17:30 WIBKebakaran di Kilometer 9 Timika Hanguskan Dua Rumah dan Kandang Ternak
-
RAGAM05/04/2026 19:30 WIBWaspadai 6 Bahan “Red Flag” yang Tersembunyi Dalam Makanan Kudapan
-
RIAU05/04/2026 23:00 WIBPolres Pelalawan Ungkap Kasus Karhutla, Penegakan Hukum Diperkuat untuk Efek Jera
-
EKBIS05/04/2026 20:30 WIBStok Beras Sulsel Melonjak, Tembus 761 Ribu Ton
-
NASIONAL05/04/2026 20:00 WIBKemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 T
-
OLAHRAGA05/04/2026 18:30 WIBLolos Semifinal Kejuaraan ASEAN 2026,Jadi Target Timnas Futsal Indonesia
-
DUNIA05/04/2026 19:00 WIBRusia Kecam Keras Serangan Terhadap PLTN Bushehr di Iran
-
RAGAM05/04/2026 23:30 WIBSegera Tayang di Netflix, Dua Serial Baru “Peaky Blinders”

















