Connect with us

RAGAM

Inidia Manfaat Jus Jeruk Jahe buat Kesehatan Tubuh

Aktualitas.id -

Jus jeruk jahe. (dok. BBC Good Food)

AKTUALITAS.ID – Masih banyak orang yang belum mengetahui minuman jus dalam kemasan yang disebut sebagai minuman kesehatan itu mengandung gula tersembunyi, meski minuman tersebut cukup digemari oleh pengguna media sosial.

Dokter spesialis gastroenterologi yang berbasis di California Dr. Saurabh Sethi mengatakan lebih baik untuk membuat jus segar di rumah dengan bahan-bahan alami yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Sethi melalui Instagram mengatakan bahwa minuman jeruk jahe dapat menjadi pilihan yang layak untuk dicoba.

Dokter yang memiliki pengalaman terlatih dari Universitas AIIMS, Harvard dan Stanford itu mengatakan minuman itu dapat dibuat dari tiga bahan utama yakni wortel, jeruk dan jahe segar.

“Semuanya adalah makanan utuh dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik,” kata dia.

Cara membuatnya pun cukup mudah. Dia menyebut pembuatannya dapat dimulai dengan mengupas dan potong kecil-kecil dua wortel ukuran sedang.

Belah jeruk menjadi dua bagian, kemudian cincang setengah hingga satu inci jahe segar.

Setelahnya, peras atau blender bahan-bahan tersebut menggunakan air secukupnya, lalu saring.

Resep ini menghasilkan tiga hingga empat minuman kecil, masing-masing sekitar 30 hingga 50 ml. Minuman ini dapat dikonsumsi langsung, disimpan di lemari es hingga tiga hari, atau dibekukan dan dicairkan sesuai kebutuhan.

Menurutnya. wortel menyediakan beta-karoten, antioksidan yang ampuh, dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Sedangkan jeruk merupakan sumber vitamin C dan flavonoid yang kaya.

Flavonoid adalah sekelompok senyawa yang ditemukan dalam produk tumbuhan, yang memiliki sifat antioksidan dan dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.

Adapun jahe segar mengandung gingerol, yang mendukung pencernaan, dan menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Advances in Experimental Medicine and Biology” menunjukkan sifat antioksidan, anti-tumor, dan anti-inflamasi.

Namun, Dr. Sethi memperingatkan bahwa pembuatan minuman penunjang pencernaan ini menghilangkan sebagian besar kandungan serat dari makanan.

Oleh karena itu, minuman ini harus dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai minuman fungsional dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti makanan.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version