RAGAM
Jenis Garam yang Baik untuk Tekanan Darah
AKTUALITAS.ID – Garam meja beryodium, garam laut, dan garam Himalaya merah muda semuanya tinggi natrium.
Sejumput garam dapat membuat hidangan terasa lebih nikmat, tetapi makanan dengan kadar garam tinggi berkaitan dengan risiko hipertensi.
“Garam mengandung natrium, yang meningkatkan tekanan darah dengan menyebabkan tubuh menahan cairan,” kata ahli gizi Whitney Stuart, M.S., RDN. CDECS sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Rabu kemarin.
“Ini meningkatkan volume darah dan memberi tekanan lebih pada dinding pembuluh darah,” ia menambahkan.
Alih-alih mengabaikan manfaat rasa dan tekstur garam, mengganti garam tradisional berkadar natrium klorida tinggi dengan garam kalium klorida menurut ahli gizi lebih baik bagi tekanan darah.
Garam kalium klorida atau garam kalium mengandung kalium sebagai pengganti sebagian atau seluruh natrium dalam garam natrium klorida.
Ketika kalium menggantikan sebagian natrium dalam garam, efeknya pada rasa dan tekstur serupa, tetapi manfaatnya bagi jantung dan tekanan darah dapat bertambah.
Penelitian menunjukkan bahwa mengganti garam natrium klorida dengan garam kalium dapat menimbulkan penurunan tekanan darah hingga 5,6/2,9 mm Hg.
Ahli gizi Amy Brownstein, M.S., RDN mengatakan bahwa kalium dan natrium punya efek saling menyeimbangkan.
“Kalium dan natrium saling menyeimbangkan untuk keseimbangan cairan, karena natrium adalah ion ekstraseluler utama dan kalium adalah ion intraseluler utama,” katanya.
Sementara natrium menarik cairan ke dalam pembuluh darah dan meningkatkan tekanan, kalium membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan ekskresi natrium, mendukung penurunan tekanan darah dalam berbagai cara.
Garam kalium bisa ditaburkan pada makanan sebelum disajikan, digunakan untuk membumbui daging dan sayuran, serta membantu meningkatkan tekstur dan rasa kue.
Namun, Stuart merekomendasikan penggunaan garam kalium secara hemat. Idealnya garam kalium hanya digunakan sebagai pengganti sebagian garam biasa, bukan menggantikan 100 persen garam biasa.
Garam kalium klorida biasanya dipasarkan dengan label garam rendah natrium, garam kalium, atau garam ringan.
Garam yang bebas natrium atau garam dengan lebih dari 50 persen pengganti natrium bisa terasa pahit dan menimbulkan efek yang kurang diinginkan dalam pembuatan kue.
Meskipun mengganti natrium dengan kalium dapat mengurangi risiko hipertensi dan stroke, tetapi ini bukan alternatif yang aman untuk semua orang.
Stuart menjelaskan bahwa garam kalium mungkin bukan pilihan yang aman bagi orang dengan penyakit ginjal dan gangguan fungsi ginjal serta orang yang mengonsumsi obat tekanan darah penghambat ACE, penghambat reseptor angiotensin II (ARB), atau diuretik hemat kalium.
Orang yang punya masalah kesehatan atau mengonsumsi obat-obatan disarankan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum beralih ke garam kalium.
Namun, menggunakan natrium klorida dan kalium klorida bukanlah satu-satunya cara atau cara terbaik untuk meningkatkan rasa makanan.
“Lebih baik menggunakan rempah-rempah, bumbu, cuka, dan jus lemon serta jeruk nipis untuk memberi rasa pada makanan,” kata Brownstein.
(Yan Kusuma/goeh)
-
PAPUA TENGAH19/02/2026 19:45 WIBSuku Mee dan Suku Kamoro Desak Pemerintah Segera Wujudkan Perdamaian di Kapiraya
-
NUSANTARA19/02/2026 19:30 WIBKapal KM Marina 7 Terbakar Satu orang Meninggal
-
RIAU19/02/2026 21:00 WIBAnggota DPRD Riau Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
-
EKBIS19/02/2026 22:00 WIBStok Cabai Surplus Pasok Ramadhan-Idul Fitri 1447 H
-
RIAU20/02/2026 00:01 WIB40 Saksi Kasus Gajah Mati Tanpa Kepala Diperiksa Polda Riau
-
NUSANTARA19/02/2026 20:30 WIBDishub Kabupaten Bandung Sediakan 600 Kuota Mudik Gratis
-
PAPUA TENGAH19/02/2026 21:16 WIBKomnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026
-
NASIONAL19/02/2026 20:00 WIBPrihati Pujowaskito Ditunjuk Prabowo Jadi Dirut BPJS Kesehatan