RAGAM
Waspadai 6 Bahan “Red Flag” yang Tersembunyi Dalam Makanan Kudapan
AKTUALITAS.ID – Tidak semua camilan baik untuk kesehatan karena kandungan yang ada di dalam bahan-bahan pembuatnya, meskipun dikemas secara menarik.
“Kebanyakan camilan kemasan sebenarnya tidak selalu ‘buruk’, tetapi, banyak yang dirancang agar kita terus ingin makan lagi, bukan benar-benar membuat kenyang atau puas,” kata pelatih nutrisi dan kebugaran di Life Time Plymouth Keri Anderson dikutip dari laman Eat This Not That, belum lama ini.
Setidaknya terdapat enam bahan yang tersembunyi dalam camilan favorit yang harus diwaspadai.
Minyak nabati diproses
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah minyak nabati yang sangat diproses. Minyak seperti kedelai, jagung, atau kanola sangat umum dalam camilan kemasan.
Bahan-bahan itu cenderung mudah dikonsumsi secara berlebihan dan dipadukan dengan karbohidrat serta garam sehingga membuat sulit seseorang berhenti memakannya.
Daftar bahan yang panjang
Daftar bahan yang terlalu panjang patut dicurigai. Anderson mengatakan jika sebuah camilan memiliki banyak bahan, itu sering menjadi tanda bahwa produk tersebut lebih ‘dirancang’ daripada benar-benar menyehatkan.
“Bahan yang lebih sederhana biasanya lebih mudah diproses oleh tubuh,” kata Anderson.
“Perisa alami” dan penguat rasa
Anderson juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan kata-kata perisa alami dan penguat rasa, istilah yang biasa digunakan untuk menyebut berbagai senyawa olahan untuk meningkatkan rasa.
Kandungan itu tidak selalu berbahaya, namun, menjadi pertanda bahwa camilan itu difokuskan kepada rasa, alih-alih nilai gizi.
Gula tambahan
Gula tambahan, terutama yang tersamar, adalah penyebab umum. Anderson menjelaskan bahan seperti gula tebu, sirup beras merah, sirup tapioka, atau konsentrat jus buah bisa cepat menumpuk, apalagi jika digunakan dalam beberapa bentuk dalam satu produk.
“Ini cenderung membuat gula darah melonjak dan sering membuat orang cepat lapar lagi,” kata dia.
Pemanis buatan
“Bahan seperti sukralosa atau aspartam sering muncul dalam camilan ‘rendah gula’. Bagi sebagian orang, ini justru bisa meningkatkan keinginan makan manis dan membuat sulit merasa puas,” ujar Anderson.
Rendah protein dan serat
Meski kerap dijumpai, camilan dengan kandungan protein dan serat yang rendah sebenarnya tidak baik.
“Walaupun terlihat ‘sehat’, jika tidak mengandung protein atau serat, camilan itu kemungkinan tidak akan membuat kenyang lama. Ini salah satu alasan utama orang merasa terus ingin ngemil,” kata Anderson.
Agar keinginan mengudap terpenuhi dan tidak menjadi rumit, Anderson menyarankan untuk mengonsumsi camilan seperti buah, kacang-kacangan, greek yogurt atau minuman protein. Makanan itu dinilai mengandung serat, protein dan lemak sehat dalam jumlah seimbang dan membantu perut merasa kenyang lebih lama.
(Yan Kusuma/goeh)
-
PAPUA TENGAH05/04/2026 17:30 WIBKebakaran di Kilometer 9 Timika Hanguskan Dua Rumah dan Kandang Ternak
-
NASIONAL05/04/2026 10:00 WIBTNI AL Buka Suara Soal Peluru Nyasar di Gresik
-
NUSANTARA05/04/2026 11:30 WIBTragis! Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dipalak Preman
-
NASIONAL05/04/2026 07:00 WIBPAN Bongkar Risiko WFH Seragam untuk Swasta
-
POLITIK05/04/2026 13:00 WIBBawaslu Pasaman Barat Kawal Ketat Data Pemilih 2026
-
DUNIA05/04/2026 08:00 WIBMacron Tolak Perang, Kapal Prancis Tembus Selat Hormuz
-
JABODETABEK05/04/2026 05:30 WIBBMKG Sebut Hujan Bisa Turun Tiba-Tiba di Jabodetabek
-
POLITIK05/04/2026 06:00 WIBPakar Militer: Isu Presiden Antikritik Picu Ancaman Gerakan “No King”