RAGAM
Geger! Satu Jam Bisa Hilang dari Waktu Dunia
AKTUALITAS.ID – Waktu yang kita jalani saat ini sedang berada di ambang kekacauan. Selama bertahun-tahun, manusia terbiasa menambahkan “detik ekstra” ke dalam jam dunia karena rotasi Bumi yang terus melambat. Namun, sejak 2020, Bumi justru berputar makin liar dan cepat. Dampaknya? Sistem penyesuaian waktu lama resmi dinyatakan tidak berlaku, dan dunia bersiap menghadapi ancaman baru: hilangnya satu jam penuh dari kalender dunia.
Selama ini, ilmuwan mengandalkan jam atom—yang dihitung berdasarkan ayunan atom cesium-133—sebagai standar waktu absolut, sambil terus menyelaraskannya dengan putaran Bumi. Sejak 1972, mekanisme penyesuaian dilakukan dengan menambahkan 27 “detik kabisat” secara berkala agar musim tidak bergeser dari kalender. Intinya, jam manusia sengaja dijeda sejenak agar Bumi bisa menyusul.
Namun, percepatan rotasi Bumi sejak 2020 memicu kengerian baru di kalangan ilmuwan dan raksasa teknologi. Jika Bumi makin cepat, manusia mau tidak mau harus mengurangi detik (detik kabisat negatif). Masalahnya, sistem komputer, jaringan internet, dan satelit di seluruh dunia belum pernah diuji untuk mengalami “waktu mundur”.
Penambahan detik saja sudah pernah memicu bencana teknologi. Pada 2012, situs raksasa Reddit tumbang berjam-jam hanya karena sistem mereka gagal mencerna satu detik ekstra. Menghapus detik dikhawatirkan memicu kekacauan global yang setara dengan kengerian “Kiamat Internet” atau Y2K Bug.
Sebagai solusi darurat, para ilmuwan kini merumuskan konsep radikal: Jam Kabisat.
Batas toleransi selisih antara jam atom dan putaran Bumi yang awalnya kurang dari 0,9 detik, kini ditarik melar hingga mencapai 3.600 detik alias satu jam penuh. Penyesuaian waktu tidak akan lagi dilakukan dengan menambah atau mengurangi detik secara rutin. Namun, saat selisih itu akhirnya terkumpul mencapai satu jam, umat manusia akan memangkasnya sekaligus. Artinya, ada satu jam yang akan benar-benar “menguap” dan dilompati dari sejarah umat manusia.
“Keputusan ini menunda persoalan hingga ratusan atau ribuan tahun ke depan,” ungkap Christian Bizouard, Direktur Pusat Orientasi Bumi di Prancis.
Konsekuensi dari revolusi waktu ini akan mengubah banyak hal:
Infrastruktur Digital Lebih Aman: Raksasa teknologi seperti Google dan Meta bisa bernapas lega karena tidak perlu lagi menambal sistem setiap ada perubahan detik.
Pergeseran Realitas Waktu: Selisih yang dibiarkan menumpuk akan membuat generasi masa depan merasakan ketidakcocokan aneh antara posisi matahari di langit dan angka di jam dinding mereka.
Satu Jam Lenyap Terhapus: Pada titik puncaknya nanti, penyesuaian ekstrem akan dipukul rata. Satu jam penuh akan ditiadakan dari hari umat manusia.
Bumi tidak lagi menunggu manusia. Kini, manusia yang harus bersiap merelakan waktunya terampas oleh putaran planet yang makin menggila. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NUSANTARA17/10/2026 23:00 WIBBMKG Buka Suara Soal Cuaca Panas Ekstrem di Jawa
-
NASIONAL18/10/2026 04:30 WIBSenator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
-
DUNIA18/10/2026 00:00 WIBHouthi Serang Istana Presiden Yaman
-
NASIONAL18/10/2026 00:04 WIBMensos: Karya Jurnalistik Jadi Inspirasi Pengembangan Sekolah Rakyat
-
RIAU18/10/2026 10:30 WIBDPRD Bengkalis Tekankan Pendidikan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
-
NASIONAL18/10/2026 13:00 WIBProDem Desak RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan