Berita
Pengamat: Menteri Jokowi tak Boleh Memiliki Jabatan Strategis di Partai
Agar presiden mampu mengendalikan kabinet secara tegas.
AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, Presiden Jokowi harus bisa lepas dari intervensi kelompok mana pun dalam memilih menterinya.
Menurutnya, para pembantu presiden harus punya loyalitas kepada pimpinannya. Oleh karena itu, lanjut Pangi, Presiden harus betul-betul memilih menteri yang tidak punya dualisme kepentingan.
“Loyalitas menteri harus sepenuhnya kepada presiden atau tunggal. Menteri dari unsur kader partai memiliki dualisme loyalitas, memiliki loyalitas ke presiden sekaligus ke parpol asalnya,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).
Dirinya menjelaskan, Presiden harus memilih menterinya yang bukan menjabat sebagai ketua partai politik. Hal ini, lanjut Pangi, agar presiden bisa mengendalikan kabinet sehingga potensi loyalitas ganda para menteri dapat diminimalisasi.
“Oleh karena itu, menteri dari unsur parpol seharusnya tidak memiliki jabatan strategis di partainya. Sekali lagi, presiden harus mampu mengendalikan kabinet secara tegas, efektif tanpa ada loyalitas ganda para menterinya,” jelas Pangi.
-
NASIONAL29/10/2026 10:00 WIBDemo Bukan Perang! Koalisi Sipil Desak Pasukan TNI Ditarik dari Jalanan Jakart
-
NUSANTARA29/10/2026 14:30 WIBKebakaran di Lereng Gunung Agung Hanguskan 18 Hektare Hutan
-
EKBIS29/10/2026 10:30 WIBBaru Naik Dua Hari, Emas Antam Mendadak Berbalik Arah
-
NASIONAL29/10/2026 11:00 WIBErna Sari Dewi: Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton Perubahan
-
POLITIK29/10/2026 13:00 WIBPKS Mau Bahas Ijazah Gibran di DPR, NasDem Pilih Tunggu Komando Surya Paloh
-
POLITIK29/10/2026 14:00 WIBSufmi Dasco Ahmad Ungkap Empat Agenda Legislasi DPR
-
NASIONAL29/10/2026 19:00 WIBKemenag Masukkan Materi Anti-LGBTQ ke Sekolah
-
NUSANTARA29/10/2026 11:30 WIBRibuan Rumah Terendam Banjir di Medan
















