Berita
Pengamat: Menteri Jokowi tak Boleh Memiliki Jabatan Strategis di Partai
Agar presiden mampu mengendalikan kabinet secara tegas.
AKTUALITAS.ID – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, Presiden Jokowi harus bisa lepas dari intervensi kelompok mana pun dalam memilih menterinya.
Menurutnya, para pembantu presiden harus punya loyalitas kepada pimpinannya. Oleh karena itu, lanjut Pangi, Presiden harus betul-betul memilih menteri yang tidak punya dualisme kepentingan.
“Loyalitas menteri harus sepenuhnya kepada presiden atau tunggal. Menteri dari unsur kader partai memiliki dualisme loyalitas, memiliki loyalitas ke presiden sekaligus ke parpol asalnya,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).
Dirinya menjelaskan, Presiden harus memilih menterinya yang bukan menjabat sebagai ketua partai politik. Hal ini, lanjut Pangi, agar presiden bisa mengendalikan kabinet sehingga potensi loyalitas ganda para menteri dapat diminimalisasi.
“Oleh karena itu, menteri dari unsur parpol seharusnya tidak memiliki jabatan strategis di partainya. Sekali lagi, presiden harus mampu mengendalikan kabinet secara tegas, efektif tanpa ada loyalitas ganda para menterinya,” jelas Pangi.
-
Berita13/09/2026 23:00 WIBPolres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran 5,2 Kilogram Sabu di Cengkareng
-
DUNIA14/09/2026 00:00 WIBHouthi Kuasai Bab al-Mandeb, Dunia Panik
-
NASIONAL14/09/2026 06:00 WIBSepekan Laut Membisu, Jakarta Gelar Panggung Doa untuk 5 Jurnalis Hilang
-
EKBIS14/09/2026 10:15 WIBHarga BBM Pertamina 14 September 2026
-
NASIONAL14/09/2026 10:00 WIBPDIP Desak Polisi Jerat Otak Kerusuhan Pakai KUHP Baru
-
EKBIS14/09/2026 09:45 WIBBaru Dibuka, IHSG Langsung Terjun Bebas
-
EKBIS14/09/2026 11:45 WIBPemerintah Ketok Palu Tarif Listrik PLN 14–20 September 2026
-
NUSANTARA14/09/2026 09:15 WIBPagi Ini Malang Berguncang Magnitudo 5,2

















