Berita
Jika Berbohong, Hakim Ancam Pidanakan Rano Karno
AKTUALITAS.ID – Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta mengingatkan mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno soal acaman pidana jika memberikan keterangan tidak sebenarnya alias bohong di persidangan. Acaman pidana itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani saat Rano Karno bersaksi dalam sidang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, (24/2/2020). […]
AKTUALITAS.ID – Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta mengingatkan mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno soal acaman pidana jika memberikan keterangan tidak sebenarnya alias bohong di persidangan.
Acaman pidana itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani saat Rano Karno bersaksi dalam sidang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, (24/2/2020).
Peringatan juga disampaikan tim Jaksa KPK. Bukan tanpa alasan Rano diingatkan oleh jaksa KPK dan majelis hakim.
Alasannya sejumlah saksi, termasuk sejumlah Kepala Dinas di persidangan mengakui pernah memberikan uang kepada Rano. Bahkan ada beberpa saksi yang mengungkap ada permintaan uang dari Rano.
“Semua keterangan itu di bawah sumpah,” kata Hakim Ni Made Sudani.
Walaupun kembali dicecar terkait hal itu, Rano bersikukuh menampiknya. Rano bahkan kerap berkelit saat dicecar oleh jaksa KPK dan majelis hakim.
“Saudara jangan berbohong, saudara sudah disumpah, ada acaman pidana jika saudara memberikan kesaksian tidak benar di sini,” kata Hakim Ni Made Sudani.
“Siap Yang Mulia,” jawab Rano.
Dalam persidangan Rano menyebut uang Rp7,5 miliar yang bersumber dari PT Bali Pacific Pragama milik Wawan untuk kepentingan Pilkada Banten tahun 2011. Dalam kontestasi itu Rano berpasangan dengan Cagub Banten Ratu Atut.
Rano mengklaim uang yang diterima dan dikelola salah satu tim suksesnya bernama Agus Uban itu digunakan keperluan kaos dan atribut kampanye. Meski mengklaim mendapat sumbangan sekitar Rp7,5 miliar, Rano mengaku tak melaporkannya ke KPU Provinsi Banten.
“Tidak,” akui Rano.
Selain Rano, jaksa juga menghadirkan saksi Yayah Rodiah. Staf PT Bali Pacific Pragama itu mengaku pernah beberapa kali mengeluarkan uang untuk Rano Karno. Bahkan, salah satunya senilai Rp 3,7 miliar pernah diantar ke rumah Rano Karno.
“Iya waktu itu sampai masuk (rumah Rano). Waktu itu ketemu pak Rano, pak Herdi, dan Agus Ubhan. Waktu itu nggak kasih tanda terima,” kata Yayah.
Sepengetahuan Yayah pemberian uang itu terkait komitmen. Namun, Yayah mengaku tak tahu lebih lanjut terkait komitmen tersebut.
“Iya terkait komitmen,” kata Yayah.
Usai persidangan, Rano bersikukuh membantah seluruh keterangan saksi yang menyebutnya menerima uang ‘panas’. Namun, Rano merespon diplomatis soal acaman pidana jika membuat keterangan tak benar.
“Saya paham, saya paham,” jawab Rano.
-
POLITIK14/02/2026 06:00 WIBPRIMA Apresiasi Stimulus Ekonomi Pemerintah Jelang Ramadan 2026
-
PAPUA TENGAH14/02/2026 16:50 WIB5 Pelajar Pelaku Perampokan Kios di Mimika Ditangkap Tim BABAT
-
JABODETABEK14/02/2026 10:30 WIBKurir Narkoba di Cakung Diciduk, Polisi Amankan Ratusan Gram Sabu
-
POLITIK14/02/2026 14:00 WIBGolkar Tegaskan Tak Ada Perbedaan Tajam Bahlil dan Purbaya soal Lifting Migas
-
PAPUA TENGAH14/02/2026 19:15 WIBPerpanjangan Masa Jabatan, 133 Kepala Kampung di Mimika Bakal Dievaluasi
-
JABODETABEK14/02/2026 05:30 WIBBMKG: Jabodetabek Waspada Hujan dan Petir Sabtu 14 Februari 2026
-
NUSANTARA14/02/2026 11:30 WIBLiburan Berujung Duka, Pria Asal China Ditemukan Tak Bernyawa di Nusa Dua Bali
-
NASIONAL14/02/2026 13:00 WIBMensos Desak Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal Penonaktifan PBI BPJS