Usai Keluar Penjara, Tahu Jadi Makanan Wajib di Korea


AKTUALITAS.ID – Tofu atau tahu jadi makanan yang cukup penting di Korea Selatan. Makanan yang satu ini wajib disantap bagi orang yang baru saja keluar dari penjara.

Banyak budaya kuliner Korea Selatan yang unik dan menarik untuk dibahas. Seringkali budaya kuliner ini diperkenalkan lewat serial drama yang ditonton banyak orang di dunia.

Selain kimchi yang jadi menu wajib di setiap acara makan, ada juga fakta menarik seputar tahu. Sejak dulu tahu selalu menjadi makanan pertama orang yang bebas dari penjara, tak sembarangan ternyata tahu sendiri memiliki makna yang cukup dalam.

Dilansir dari berbagai sumber berikut beberapa fakta menarik seputar tahu yang jadi makanan wajib saat keluar penjara.

Menurut catatan sejarah yang ada, pembuatan tahu pertama kali dilakukan pada masa Dinasti Han sekitar dua ribu tahun yang lalu. Banyak orang yang percaya bahwa Lord Liu An lah, yang menjabat sebagai pangeran dari Dinasti Han yang memperkenalkan tahu.

Kemudian tahu mulai dibuat dan dikenalkan ke Jepang pada masa Nara (710-795). Makanan ini populer sebagai hidangan para biksu sebagai pengganti daging dan ikan.

Kemudian tahun merambah ke Korea. Dulu tahu diperkenalkan pada masa kepemimpinan Goryeo (918-1392). Dulunya tahu merupakan makanan kerajaan yang juga bisa disantap oleh rakyat biasa di rumah mereka.

Belum jelas kapan pertama kali tahu mulai jadi makanan wajib untuk orang-orang yang keluar dari penjara. Namun banyak ahli sejarah yang menyebutkan bahwa budaya memberikan tahu kepada narapidana yang baru saja bebas sudah dimulai dari abad 20.

Tahu dianggap sebagai simbol yang memiliki banyak makna. Salah satunya karena dulu penjara di Korea penuh dengan debu dan ventilasi udara yang buruk. Orang-orang yang berada di dalam penjara akan menghirup polusi dan membuat mereka mengalami radang tenggorokan.

Nah, orang-orang di Korea percaya bahwa dengan memakan tahu akan mencegah mereka terkenal gangguan pernapasan hingga infeksi lainnya.

Warna tahu yang putih cerah merupakan simbol kesucian dan awal yang baru bagi orang Korea. Para narapidana yang baru saja bebas dari hukuman penjara harus membayar hutang mereka ke masyarakat untuk memulai kehidupan yang baru.

Dengan menyantap tofu saat keluar dari penjara, ini menggambarkan para narapidana yang kembali menjadi suci dan tak bersalah. Makna ini juga diambil dari proses pengolahan tahu di mana kacang kedelai yang sudah diproses menjadi tahu tak bisa kembali menjadi kacang lagi.

Kacang diibaratkan sebagai kehidupan dan kesalahan seseorang di masa lampau. Sementara tahu melambangkan lembaran baru dalam kehidupan yang harus dijalani dengan sebaik mungkin.

Dalam beberapa serial drama terlihat banyak karakter yang baru saja keluar dari penjara langsung memakan tahu mentah di depan gerbang penjara. Ternyata hal ini berdasarkan kejadian nyata.

Hampir setiap keluarga atau kerabat yang pergi ke penjara untuk menjemput anggota keluarga mereka pasti membawa tahu. Tahu yang dibawa biasanya tahu dalam bentuk masih mentah atau yang baru saja diproduksi.

Orang yang keluar dari penjara wajib memakan tahu di depan gerbang penjara atau di dalam perjalanan pulang. Semua ini dilakukan dengan harapan agar orang tersebut menjadi orang yang baru ketika kembali ke rumah.

Banyak makanan berwarna putih selain tahu yang lebih enak seperti susu, es krim vanila, wortel putih, nasi dan sebagainya. Tapi dibalik semua itu ada alasan mengapa tahu ini tidak bisa dilepaskan dari budaya penjara di Korea.

Dulu hampir semua narapidana yang ditahan di dalam penjara mengalami kekurangan gizi karena makanan yang disajikan tidak memadai. Untuk itu banyak orang yang membawa tahu ketika menjemput keluarga mereka di penjara.

Tahu dianggap sebagai makanan bernutrisi, kaya protein, mudah ditemukan dan harganya sangat murah. Menyantap tahu usai keluar penjara mirip seperti mendapatkan suntikan vitamin di rumah sakit.