Berita
PSBB Diperpanjang, Ganjil-Genap Jakarta Masih Belum Berlaku
AKTUALITAS.ID -Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 11 Oktober 2020. Dengan adanya perpanjangan PSBB ini, pembatasan kendaraan ganjil-genap belum diberlakukan. “Seandainya PSBB diperpanjang, peniadaan ganjil-genap juga diperpanjang,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Puromo Yogo kepada wartawan, Jumat (25/9/2020). Dengan ditiadakannya ganjil-genap, kendaraan berpelat ganjil ataupun genap boleh mengaspal […]
AKTUALITAS.ID -Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 11 Oktober 2020. Dengan adanya perpanjangan PSBB ini, pembatasan kendaraan ganjil-genap belum diberlakukan.
“Seandainya PSBB diperpanjang, peniadaan ganjil-genap juga diperpanjang,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Puromo Yogo kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).
Dengan ditiadakannya ganjil-genap, kendaraan berpelat ganjil ataupun genap boleh mengaspal di jalanan.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang PSBB. PSBB diperpanjang sampai 11 Oktober 2020.
“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9).
Anies menyebut sudah ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta. Pada 12 hari pertama September, lanjut dia, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Lalu 12 hari berikutnya penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.
“Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus terus bekerja bersama untuk memutus mata rantai penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada di rumah dulu, hanya bepergian bila perlu sekali dan terapkan 3M,” ujar Anies.
Meski disebut sudah menunjukkan tanda awal pelambatan, Anies mengatakan, peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. Tanpa pembatasan ketat dan dengan pengetesan yang masif, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober. Sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.
-
NASIONAL04/08/2026 06:00 WIBIwan Sumule Ajak Semua Elemen Bangsa Kawal Kebijakan Prabowo
-
JABODETABEK04/08/2026 07:30 WIBPolda Metro Bekuk Penyebar Hoaks Demo Jelang 17 Agustus
-
JABODETABEK04/08/2026 06:30 WIBPolda Metro Sebar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
-
NASIONAL04/08/2026 16:00 WIBDPR: Jangan Percaya Isu Gaji ASN Dipotong Demi PPPK
-
POLITIK04/08/2026 14:03 WIBPuadi: Mahasiswa Kunci Pengawasan Pemilu di Era Digital
-
POLITIK04/08/2026 07:00 WIBPanas! 48 Tim Lolos Bawa Isu Penguatan Bawaslu di Debat Pemilu 2026
-
Berita04/08/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Hujan Ringan Saat Malam di Jakarta Selatan dan Timur
-
DUNIA04/08/2026 12:00 WIBIran Tegaskan Tak Ada Dialog Baru dengan Amerika Serikat

















