Berita
Akibat Penerbangan Anjlok, 46 Juta Pekerja Terancam PHK
AKTUALITAS.ID – Anjloknya jumlah penerbangan karena pandemi virus Corona mengancam 46 juta pekerjaan di seluruh dunia. Dikutip dari CNN, Kamis (1/10/2020) Air Transport Action Group (ATAG) atau koalisi organisasi industri penerbangan melaporkan setengah dari 88 juta pekerjaan terkait penerbangan bisa hilang. Industri penerbangan diperkirakan tidak akan pulih hingga 2024. Analisis oleh Oxford Economics mengatakan awal […]
AKTUALITAS.ID – Anjloknya jumlah penerbangan karena pandemi virus Corona mengancam 46 juta pekerjaan di seluruh dunia. Dikutip dari CNN, Kamis (1/10/2020) Air Transport Action Group (ATAG) atau koalisi organisasi industri penerbangan melaporkan setengah dari 88 juta pekerjaan terkait penerbangan bisa hilang. Industri penerbangan diperkirakan tidak akan pulih hingga 2024.
Analisis oleh Oxford Economics mengatakan awal 2021 pekerja maskapai penerbangan, bandara dan perusahaan dirgantara sipil sekitar 43? atau 4,8 juta akan dipangkas. Pekerja pariwisata akan dipangkas sebanyak 26 juta orang. Sedangkan 15 juta pekerja di perusahaan layanan barang dan jasa juga akan terdampak PHK.
Hilangnya pekerjaan di maskapai, bandara, dan perusahaan dirgantara bisa mencapai 4,8 juta di awal tahun depan. Tenaga kerja maskapai bisa turun lebih dari sepertiga, atau 1,3 juta pekerja. Sementara aktivitas ekonomi yang didukung oleh penerbangan bisa menyusut 52?. Artinya sekitar US$ 1,8 triliun lenyap dalam PDB global.
Maskapai telah meminta pemerintah untuk memberikan dukungan keuangan tambahan. Selain itu, maskapai juga mendesak tes virus Corona dilakukan untuk penumpang penerbangan agar kepercayaan akan perjalanan udara lebih meningkat. Industri penerbangan juga berharap pemerintah melonggarkan pembatasan.
Lufthansa, British Airways, Ryanair, Air France-KLM dan Scandinavian Airlines mengumumkan sebanyak 50.000 pekerjaan berisiko dirumahkan. Meskipun Ryanair sempat menyatakan perusahaannya mampu mengatasi PHK setelah pilot dan awak kabin bersedia gaji mereka dipotong.
Perusahaan penerbangan kemungkinan memilih mempertahankan pekerja dengan pemotongan gaji mereka. Hal itu dilakukan guna mempertahankan pekerja dengan keterampilan tinggi dan menghemat biaya. Maskapai AS telah memperingatkan Kongres bahwa 100.000 pekerja akan terancam kena PHK.
Boeing, Airbus, GE Aviation dan Rolls-Royce diperingatkan harus mengecilkan jumlah tenaga kerja. Mengingat permintaan perusahaan telah mengalami penurunan.
“Ini benar-benar wajib bagi pemerintah untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk membantu sektor ini bangkit kembali sehingga kami dapat mengembalikan pekerjaan dan aktivitas ekonomi,” kata Direktur Eksekutif ATAG Michael Gill.
-
DUNIA27/01/2026 15:00 WIBKapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
-
JABODETABEK27/01/2026 16:00 WIBSoal Penangkapan Pedagang Es Gabus, Anggota TNI-Polri Beri Klarifikasi
-
RAGAM27/01/2026 14:30 WIBWaspada! 14 Wilayah di Indonesia Terancam Gempa Megathrust
-
POLITIK27/01/2026 17:30 WIB9 Nama Disetujui Jadi Anggota Ombudsman 2026-2031, Dalam Rapat Paripurna DPR RI
-
NUSANTARA27/01/2026 18:30 WIBPenyeludupan 70 Ton Daging Beku dari Singapura Berhasil Digagalkan
-
RAGAM27/01/2026 19:00 WIBTom Cruise Kembali ke AS Usai Beberapa Tahun Tinggal di Inggris
-
POLITIK28/01/2026 11:00 WIBDPP Prima: Ambang Batas 0 Persen Wujud Nyata Demokrasi Pancasila
-
NASIONAL27/01/2026 18:00 WIBAwas! Jangan Coba-coba Konsumsi Gas Tertawa “Whip Pink”