Berita
Citra Satelit Diteksi China Bangun Bungker di Perbatasan Himalaya
Citra satelit mendeteksi serangkaian aktivitas pembangunan yang dilakukan China di sepanjang perbatasan Himalaya. Wilayah itu masih menjadi sengketa antara China dengan India dan Bhutan. Operator satelit Maxar Technologies yang berbasis di Amerika Serikat memperlihatkan sejumlah gambar yang menunjukkan aktivitas konstruksi “signifikan” yang dilakukan China di sepanjang wilayah lembah Sungai Torsa. Melalui pernyataan, Maxar mengatakan aktivitas […]
Citra satelit mendeteksi serangkaian aktivitas pembangunan yang dilakukan China di sepanjang perbatasan Himalaya.
Wilayah itu masih menjadi sengketa antara China dengan India dan Bhutan.
Operator satelit Maxar Technologies yang berbasis di Amerika Serikat memperlihatkan sejumlah gambar yang menunjukkan aktivitas konstruksi “signifikan” yang dilakukan China di sepanjang wilayah lembah Sungai Torsa.
Melalui pernyataan, Maxar mengatakan aktivitas konstruksi China itu termasuk “membangun bungker penyimpanan militer baru” di dekat daerah Doklam.
Doklam merupakan sebidang lahan kecil yang berbatasan dengan ketiga negara. Wilayah itu diklaim oleh China dan Bhutan, tetapi juga menjadi wilayah strategis bagi India karena berdekatan dengan jalur Siliguri yang menghubungkan New Delhi dengan negara di timur laut.
“Koridor Siliguri secara strategis penting dan wilayah itu sangat sensitif karena tetap menjadi satu-satunya penghubung (India) dengan delapan negara di timur lautnya,” kata analis Syed Fazl-e-Haider dalam artikel yang diterbitkan lembaga think tank Australia, The Lowy Institute.
“Dengan hanya menambah 130 kilometer wilayah itu, China bisa memblokir akses Bhutan, Bangladesh, dan negara bagian di timur laut India,” kata dia seperti dilansir CNN.
Selain di Doklam, sejumlah gambar satelit Maxar juga menunjukkan Desa Pangda baru dibangun China di perbatasan yang masih disengketakan dengan Bhutan.
Operator satelit juga menemukan pembangunan tempat penyimpanan pasokan atau depo di perbatasan China dekat wilayah yang masih disengketakan Beijing dan India, dan sempat bergolak pada 2017 lalu.
Melalui pernyataan, Duta Besar Bhutan di India, Mayor Jenderal Vestop Namgyel, menegaskan “tidak ada desa China” di dalam teritorial negaranya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menganggap aktivitas konstruksi itu sebagai tindakan sah dan biasa lantaran dilakukan di dalam teritori dan kedaulatan Negeri Tirai Bambu.
Laporan aktivitas konstruksi itu muncul ketika relasi China dan India belum sepenuhnya pulih setelah terlibat bentrokan berdarah di sepanjang perbatasan kedua negara di Himalaya.
Selama enam bulan terakhir, India dan China terjebak perselisihan yang menegangkan di Garis Kontrol Aktual (LAC) di Ladakh.
Tentara dari kedua negara terlibat bentrok pada 15 Juni lalu di Lembah Galwan dan menewaskan 20 tentara India, sementara tidak diketahui jumlah korban dari pihak China.
-
POLITIK31/01/2026 14:47 WIBPartai Gema Bangsa: Ambang Batas Tinggi Hilangkan Keterwakilan Suara Pemilih
-
RIAU31/01/2026 19:00 WIBSatu Oknum Polisi dan 4 Sipil Terlibat Narkoba Ikuti Rehabilitasi di RSJ Riau
-
POLITIK31/01/2026 14:00 WIBPKB: Penghapusan Ambang Batas Parlemen Bukan Solusi Ideal untuk Pemilu 2029
-
DUNIA31/01/2026 15:00 WIBMedia Israel: AS Siap Gempur Iran dalam Hitungan Jam
-
EKBIS31/01/2026 16:00 WIBCORE: Ketua OJK Baru Harus Sosok yang Berani
-
RAGAM31/01/2026 15:30 WIBRamalan Zodiak Sabtu 31 Januari 2026: Keuangan, Karier, dan Sukses
-
OTOTEK31/01/2026 17:00 WIBBermasalah pada Airbag, Hyundai Palisade Diharuskan Hentikan Penjualan
-
NUSANTARA31/01/2026 14:30 WIBLongsor Pasirlangu: Tim SAR Gabungan Terus Berupaya Mencari Korban

















