Berita
Saat Bentrok dengan Junta, Milisi Myanmar Kubur 30 Mayat Terbakar
Kelompok pemberontak etnis Myanmar, Pasukan Pertahanan Nasional Karenni (KNDF), mengaku mengubur lebih dari 30 jasad yang terbakar korban serangan brutal junta militer pada pekan lalu di Kayah. Sebanyak 35 orang, termasuk empat anak-anak dan dua staf LSM Save The Children, tewas dibakar dalam bentrokan antara kelompok pemberontakan sipil dan junta militer di dekat Desa Mo […]
Kelompok pemberontak etnis Myanmar, Pasukan Pertahanan Nasional Karenni (KNDF), mengaku mengubur lebih dari 30 jasad yang terbakar korban serangan brutal junta militer pada pekan lalu di Kayah.
Sebanyak 35 orang, termasuk empat anak-anak dan dua staf LSM Save The Children, tewas dibakar dalam bentrokan antara kelompok pemberontakan sipil dan junta militer di dekat Desa Mo So saat malam Natal, Jumat (24/12) lalu.
“Kami mengubur setiap jenazah yang kami temukan di lokasi,” ujar komandan KNDF seperti dikutip Reuters, Kamis (30/12).
KNDF merupakan salah satu pasukan sipil terbesar di Myanmar yang menentang kepemimpinan junta militer pasca-kudeta.
Foto-foto yang dirilis media menunjukkan anggota KNDF mengubur jenazah di kuburan yang dilapisi balok beton. Bunga-bunga berserakan di atas mayat dan lilin dinyalakan di samping makam.
Komandan itu mengaku kesulitan mengidentifikasi mayat-mayat yang dikuburkan. Namun, ia yakin di antara mereka ada dua staf Save the Children.
Sementara itu, juru Bicara save the Children menolak berkomentar mengenai hal tersebut, tetapi sebelumnya mereka telah mengonfirmasi dua pekerja tewas dalam serangan itu.
Menanggapi serangan brutal itu, komunitas internasional terkejut dengan tindakan junta militer.
Amerika Serikat bahkan menyebut serangan itu barbar.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengutuk serangan yang memakan puluhan korban tewas.
“Perlu memastikan pertanggungjawaban atas tindakan tersebut,” ucap Dewan Keamanan PBB dalam pernyataan resmi.
Myanmar telah berada dalam krisis kemanusiaan sejak militer melancarkan kudeta pada 1 Februari lalu.
Merespons tindakan itu, berbagai kelompok militan dan gerilyawan etnis Myanmar menentang kudeta hingga melancarkan perlawanan di pedalaman hingga kota.
Para kelompok militan penentang kudeta mendeklarasikan bergabung dengan warga dalam gerakan pembangkan sipil terhadap junta militer hingga melatih pasukan pertahanan rakyat di hutan-hutan.
Sejauh ini total yang meninggal selama kudeta 1.300 orang sementara yang ditangkap junta mencapai 11.000 warga.
-
OLAHRAGA16/02/2026 19:41 WIBDidukung PTFI, Tiga Pemain PFA Tempah Kemampuan di Klub Austria
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 16:46 WIBPria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
EKBIS16/02/2026 23:00 WIBBI Banten Mulai Layani Penukaran Uang Baru Idul Fitri
-
JABODETABEK16/02/2026 16:30 WIBJelang Ramadhan, Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Jabodetabek Aman
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 19:13 WIBBMKG Himbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk di Perairan Timika
-
NASIONAL16/02/2026 17:00 WIBPresiden Prabowo Bertolak ke Washington DC