DUNIA
AS Persiapkan Serangan terhadap Iran, Trump: Mengganti Pemerintahan Bisa Jadi Pilihan
AKTUALITAS.ID – Militer Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyusun rencana operasi tempur berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran. Langkah ini disiapkan sebagai antisipasi jika Presiden Donald Trump memberikan perintah serangan di tengah kebuntuan diplomasi kedua negara.
Berdasarkan laporan Reuters (15/2/2026), dua pejabat AS yang berbicara secara anonim menyebutkan bahwa situasi saat ini berpotensi memicu konflik serius yang dapat mengubah peta stabilitas di Timur Tengah.
Pentagon dilaporkan telah memperkuat kehadirannya di wilayah tersebut dengan mengirimkan kapal induk tambahan, ribuan personel pasukan, pesawat tempur, hingga kapal perusak rudal berpemandu.
Pengerahan kekuatan ini menunjukkan bahwa AS lebih memilih opsi serangan udara dan laut dibandingkan pengerahan pasukan darat. Strategi ini selaras dengan skeptisisme lama Trump terhadap keterlibatan tentara darat dalam konflik skala besar.
Dalam sebuah acara militer di Fort Bragg, Carolina Utara, Presiden Trump secara terbuka melontarkan kemungkinan adanya pergantian pemerintahan di Iran sebagai solusi jangka panjang.
“Sepertinya itu (pergantian pemerintahan) akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi. Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara,” ujar Trump (13/2/2026).
Meski tidak merinci siapa sosok yang diharapkan memimpin Iran di masa depan, Trump menegaskan bahwa “ada orang-orang” yang siap untuk mengambil peran tersebut.
Persiapan militer ini berlangsung tepat sebelum negosiasi krusial yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Selasa mendatang. Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Iran melalui mediasi Oman.
Namun, pesimisme tetap menyelimuti proses ini. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memperingatkan bahwa mencapai kesepakatan dengan Teheran saat ini adalah hal yang “sangat sulit dilakukan”, meskipun itu adalah preferensi utama Trump.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa Presiden memiliki kendali penuh atas semua opsi kebijakan terhadap Iran.
“Presiden Trump mendengarkan berbagai perspektif, tetapi keputusan akhir akan didasarkan pada apa yang terbaik bagi keamanan nasional kita,” ungkap Kelly. Sementara itu, pihak Pentagon hingga kini menolak memberikan komentar resmi terkait rincian persiapan operasi militer tersebut. (Mun)
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
RIAU03/04/2026 13:15 WIBHadapi Super El Nino 2026, Kapolda Riau Susun Langkah Pencegahan Dini
-
NASIONAL03/04/2026 13:30 WIBPanglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia
-
NUSANTARA03/04/2026 10:30 WIBKabupaten Grobogan Banjir, 12 Desa Tergenang
-
NASIONAL03/04/2026 12:00 WIBKomnas HAM: Buka Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Publik
-
NASIONAL03/04/2026 17:00 WIBEddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil
-
PAPUA TENGAH03/04/2026 13:00 WIBGubernur Meki Nawipa Tetapkan WFH Setiap Jumat
-
RAGAM03/04/2026 09:30 WIBFilm “Songko” Legenda Lokal Masyarakat Minahasa