DUNIA
Gedung Putih Diduga Ingin Gulingkan Paus Fransiskus, Ini Buktinya
AKTUALITAS.ID – Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ mengungkap dokumen baru yang memuat dugaan komunikasi antara mantan penasihat Gedung Putih Steve Bannon dan terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein terkait rencana menekan hingga menggulingkan pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.
Dokumen yang dirilis DOJ tersebut berisi log percakapan, email, dan pesan teks pada 2019. Dalam salah satu pesan yang dikutip CNN, Bannon disebut memasukkan nama Fransiskus dalam daftar tokoh yang dianggap sebagai lawan politik, bersama “Keluarga Clinton, Xi Jinping, dan Uni Eropa”. Bahkan, dalam pesan itu tertulis kalimat, “Kita akan menjatuhkan Fransiskus.”
Berdasarkan dokumen tersebut, Bannon dan Epstein memandang Vatikan sebagai titik tekan geopolitik penting dalam agenda populis sayap kanan global. Paus Fransiskus dinilai menjadi figur penghambat agenda kelompok konservatif-tradisionalis, khususnya terkait sikap Gereja terhadap isu hak LGBTQ, imigrasi, dan perubahan iklim.
Bannon disebut berupaya mendorong produksi film dokumenter yang akan mengangkat dugaan budaya rahasia dan kemunafikan dalam hierarki Gereja Katolik. Bahkan, ia disebut mencoba melibatkan Epstein sebagai produser eksekutif proyek tersebut.
Dokumen itu juga menyebut eksposur terhadap dugaan skandal internal Gereja diyakini dapat memicu kemarahan publik dan menciptakan tekanan politik yang berujung pada mundurnya Paus.
Berkas DOJ turut menyoroti ketertarikan Epstein terhadap kondisi keuangan dan dinamika internal Vatikan. Riwayat pembelian serta korespondensinya menunjukkan ia mempelajari berbagai teori konspirasi seputar Tahta Suci, termasuk dugaan korupsi perbankan dan perebutan pengaruh internal.
Dalam salah satu email kepada saudaranya, Mark Epstein, ia bahkan melontarkan komentar merendahkan terhadap Paus saat kunjungan Fransiskus ke New York pada 2015.
Penulis biografi Paus Fransiskus, Austen Ivereigh, menilai ada kampanye terkoordinasi dari sejumlah tokoh dan lembaga tradisionalis untuk “memurnikan” Gereja dari pengaruh yang dianggap liberal.
“Ada kampanye jelas dan terpadu di antara sejumlah tokoh dan lembaga tradisionalis untuk menjatuhkan Fransiskus atas nama semacam ‘pemurnian’,” ujar Ivereigh.
Ia menambahkan, dokumen tersebut memperlihatkan bagaimana tokoh seperti Bannon berupaya memanfaatkan jaringan dan sumber daya tertentu demi mencapai tujuan politik tersebut.
Hingga kini, perwakilan Steve Bannon belum memberikan komentar resmi terkait dokumen yang dirilis DOJ. Pihak Vatikan juga belum menyampaikan pernyataan publik.
Kemunculan dokumen ini dinilai memperkuat kekhawatiran lama mengenai potensi campur tangan politik dalam urusan kepausan serta dinamika internal Gereja Katolik di tengah pertarungan ideologi global. (Mun)
-
NASIONAL20/05/2026 14:00 WIBBudi Utomo Jadi Titik Awal Kebangkitan Nasional Indonesia
-
NASIONAL20/05/2026 13:00 WIBKemendikdasmen Tegaskan Tidak Ada Larangan Guru Honorer Mengajar
-
EKBIS20/05/2026 10:30 WIBRupiah Hancur Lepas Rp17.700 di Hari Kebangkitan Nasional
-
OASE20/05/2026 13:30 WIBWukuf Arafah 2026 Jatuh 26 Mei
-
PAPUA TENGAH20/05/2026 16:00 WIBIni 4 Tim yang akan berlaga di Semifinal Kapolda Cup II Besok
-
NUSANTARA20/05/2026 06:30 WIBNenek 79 Tahun Meregang Nyawa Usai Dianiaya di Rumah Elite Bandung
-
NUSANTARA19/05/2026 21:15 WIBDiduga Aniaya Warga di Warkop Palembang, Pengusaha Fashion Karpet Dipolisikan
-
JABODETABEK20/05/2026 14:30 WIBDinkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kotoran Tikus Pembawa Hantavirus