Connect with us

DUNIA

Serikat Pekerja AS Serukan Penolakan Pensiun Dini dari Tawaran Trump

Aktualitas.id -

donald trump/foto via youtube.com

AKTUALITAS.ID – Dua serikat pekerja federal terbesar di Amerika Serikat, American Federation of Government Employees (AFGE) dan National Treasury Employees Union (NTEU), mengeluarkan peringatan kepada para pegawai negeri sipil (PNS) untuk menolak tawaran Presiden Donald Trump yang mengajak mereka untuk pensiun dini dengan kompensasi delapan bulan gaji.

Dalam pernyataan yang ditujukan kepada 800.000 anggotanya, AFGE meragukan legalitas dan sumber dana dari tawaran tersebut, dan mempertanyakan keseriusan pemerintahan Trump dalam memenuhi janjinya.

Skema “program pengunduran diri tertunda” yang diumumkan melalui email pada hari Selasa memungkinkan pegawai federal tetap dalam daftar gaji hingga 30 September tanpa bekerja, namun memicu kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (furlough) bagi yang menolak tawaran ini.

Surat elektronik yang memberi batas waktu hingga 6 Februari itu membuat banyak pegawai federal marah, dan justru mendorong mereka untuk bertahan di pekerjaan mereka.

Laura Dodson, seorang ekonom di Departemen Pertanian AS, menyebut tawaran tersebut sebagai upaya tekanan yang membuatnya semakin berkomitmen untuk tetap bekerja.

Di sisi lain, pegawai anonim dari Departemen Energi mengungkapkan kepedihannya terhadap situasi ini, menilai tawaran tersebut sebagai “jebakan” dan mengungkapkan rasa frustrasi di kalangan rekan-rekannya.

Sikap ini juga didukung oleh Elon Musk, yang kini memimpin Kementerian Efisiensi Pemerintah AS, meskipun banyak pegawai merasa tertekan oleh pesan tersebut.

Dalam situasi yang kian memanas, AFGE telah mengadakan pertemuan hukum untuk mempertimbangkan langkah lebih lanjut, sementara NTEU secara tegas menegaskan bahwa email ini dirancang untuk membujuk atau menakut-nakuti pegawai agar mengundurkan diri.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permasalahan ini, sementara potensi pemangkasan jumlah pegawai sipil AS terus memunculkan ketidakpastian di kalangan PNS yang terus berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di pemerintahan federal. (Damar Ramadhan)

TRENDING

Exit mobile version