DUNIA
AS Kembali Persenjatai Ukraina, Trump: Kami Tak Punya Pilihan
AKTUALITAS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmennya untuk memperkuat dukungan militer kepada Ukraina di tengah serangan intensif dari Rusia. Dalam konferensi pers di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump menyatakan bahwa AS akan mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, khususnya senjata pertahanan.
“Kami akan mengirim lebih banyak senjata. Kami harus melakukannya. Mereka harus bisa membela diri,” ujar Trump, Senin (7/7/2025).
Trump menyebut Ukraina tengah mengalami serangan hebat yang menimbulkan banyak korban jiwa. Ia menambahkan bahwa pengiriman senjata adalah bagian dari upaya untuk membantu Ukraina mempertahankan diri.
“Mereka benar-benar sedang diserang dengan sangat keras. Begitu banyak orang tewas dalam kekacauan itu,” lanjutnya.
Pernyataan Trump dikonfirmasi oleh Pentagon. Juru Bicara Utama Departemen Pertahanan AS, Sean Parnell, menyampaikan bahwa pengiriman tambahan senjata pertahanan telah diperintahkan langsung oleh Trump.
“Atas arahan Presiden Trump, Departemen Pertahanan mengirimkan senjata pertahanan tambahan ke Ukraina untuk memastikan mereka dapat mempertahankan diri, sementara kami terus berupaya mengamankan perdamaian yang abadi dan menghentikan pertumpahan darah,” ujar Parnell dalam pernyataan resminya.
Sebelumnya, sejumlah media melaporkan bahwa Pentagon sempat menangguhkan sebagian pengiriman rudal dan amunisi presisi karena kekhawatiran terhadap cadangan militer AS yang menipis. Namun, Departemen Pertahanan memastikan bahwa pihaknya terus menyediakan berbagai opsi kuat kepada Presiden Trump yang sejalan dengan tujuannya mengakhiri konflik secara diplomatik.
Langkah penguatan bantuan militer ini menyusul percakapan terpisah Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada pekan lalu. Trump mengaku kecewa dengan hasil pembicaraan dengan Putin yang dinilainya tidak membuahkan kemajuan menuju gencatan senjata.
Ketika ditanya soal kemungkinan penjualan sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina, Trump menjawab singkat namun terbuka:“
“Mungkin saja. Kami sedang mempertimbangkannya,” ujar Trump pada Jumat (4/7/2025).
Sementara itu, pemerintah Ukraina kembali mengingatkan bahwa penundaan atau pengurangan bantuan militer dari Barat hanya akan memperpanjang agresi Rusia dan memperburuk situasi kemanusiaan di negaranya. (PURNOMO/DIN)
-
POLITIK11/02/2026 06:00 WIBCak Imin Masih Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Tapi…
-
EKBIS11/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Rabu 11 Februari 2026 Turun Rp7.000 per Gram
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
EKBIS11/02/2026 10:30 WIBDolar AS Keok, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Pesta Pora
-
POLITIK11/02/2026 10:00 WIBGerindra: Keputusan Cawapres Prabowo 2029 Tergantung Koalisi
-
NASIONAL11/02/2026 11:00 WIBPelayanan Haji 2027, Kementerian Haji Minta Tambahan Anggaran Rp3,1 Triliun
-
JABODETABEK11/02/2026 08:30 WIBPolda Metro Jaya Gelar SIM Keliling di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini
-
EKBIS11/02/2026 09:30 WIBIHSG Melonjak Tembus 8.200, Saham Energi dan Teknologi Pimpin Penguatan