EKBIS
Otoritas Pasar Modal Diawasi Ketat Pemerintah
AKTUALITAS.ID – MSCI Inc., mengumumkan untuk melakukan penundaan review indeks untuk saham-saham Indonesia, dengan mempertanyakan transparansi pasar saham Indonesia.
Selain itu, MSCI memberikan peringatan kemungkinan menurunkan rating pasar saham Indonesia, yang saat ini di posisi emerging market ke frontier market.
MSCI meminta perbaikan ke otoritas Indonesia, dan memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026.
Seiring dengan itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) rutin menyelenggarakan technical meeting dengan MSCI, di antaranya pertemuan pada Senin (02/2/2026) dan Rabu (11/2/2026) hari ini.
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mewanti-wanti bahwa pemerintah akan mengawasi ketat otoritas pasar modal Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan khususnya untuk Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, serta Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik.
“Jadi, saya tujukan ini kepada anda, Pak Jeffrey (Hendrik) dan anda, Pak Hasan (Fawzi). Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat, dan saya serius,” ujar Hashim dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF) di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Hashim mengingatkan peristiwa yang terjadi dua pekan lalu terkait dengan pengumuman MSCI Inc., yang menyebabkan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa hari.
Selain itu, kejadian tersebut juga mendorong adanya permintaan ke beberapa pejabat tinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Direktur Utama BEI untuk melakukan pengunduran diri.
“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham. Itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ujar Hashim.
Menurut Hashim, kebijakan yang ditetapkan oleh MSCI akibat kurangnya transparansi dan kredibilitas di pasar saham Indonesia. Ditambah, adanya dugaan aktivitas manipulasi harga saham alias “goreng-menggoreng saham”.
“Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan adanya pumping, pumping, dan pumping market,” ujar Hashim.
Hashim mengungkapkan, sejauh ini, bahwa pihak penyedia indeks global MSCI telah mengirimkan sebanyak empat surat kepada otoritas pasar modal Indonesia.
“Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia,” ujar Hashim.
Dalam kesempatan ini, Ia mewanti-wanti bahwa pasar saham Indonesia akan berhasil apabila adanya kepercayaan dan kredibilitas.
“Namun, ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita,” ujar Hashim.
(Purnomo/goeh)
-
EKBIS21/08/2026 10:30 WIBMata Uang Garuda Menguat Lagi
-
POLITIK21/08/2026 14:00 WIBMardiono: PT 7% Bunuh Demokrasi
-
DUNIA21/08/2026 12:00 WIB108 Sekolah Malaysia Ditutup Gegara Asap RI
-
NASIONAL21/08/2026 19:00 WIBJelang Muktamar, Gus Yahya Minta Kader NU Jangan Mau Ditakut-takuti
-
JABODETABEK21/08/2026 14:30 WIBTabrak Truk, Dua Penumpang Jeep Mercy Hangus Terbakar di Tol Jagorawi
-
OTOTEK21/08/2026 13:30 WIBFacebook Bela Konten Ajak Perang Lawan Islam
-
POLITIK21/08/2026 16:00 WIBSDI Kumpulkan Pejabat hingga Akademisi, Ada Misi Besar?
-
JABODETABEK21/08/2026 11:00 WIBSudjatmiko Desak Standar Keselamatan Kapal Harus Diperketat