Connect with us

DUNIA

AS dan Israel Sepakati Serangan “Cepat dan Tegas” ke Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Amerika Serikat (AS) dan Israel diklaim telah mencapai kesepakatan tingkat tinggi untuk melancarkan serangan militer yang bersifat “cepat dan tegas” terhadap Iran.

Informasi mengejutkan ini dilaporkan oleh stasiun televisi Israel, Channel 14, menyusul pertemuan strategis antara pejabat militer kedua negara. Kesepakatan ini disebut sebagai respons atas situasi internal Iran yang makin tak terkendali serta ancaman keamanan regional.

Kesepakatan tersebut dilaporkan lahir dari pertemuan tertutup yang digelar di Tel Aviv pada Minggu (25/1/2026). Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, hadir langsung berdiskusi dengan para petinggi militer Israel hingga larut malam.

Melansir Middle East Monitor, pertemuan tersebut membahas langkah konkret menghadapi Iran. Pihak AS menegaskan bahwa meskipun persiapan matang diperlukan, Washington selalu dalam kondisi siap untuk mengambil tindakan militer jika situasi mendesak.

Menurut laporan Kantor Berita Palestina Ma’an, strategi yang disiapkan AS bukanlah perang berlarut-larut, melainkan operasi yang “cepat dan presisi”. Target utamanya disinyalir adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran sipil di Iran.

Laporan tersebut juga menyoroti pandangan pejabat AS yang menilai bahwa perubahan rezim (regime change) di Iran kini menjadi kebutuhan mendesak.

Hal ini sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya berulang kali melontarkan ancaman akan campur tangan akibat penanganan brutal pemerintah Iran terhadap demonstran. Pemerintah Iran sendiri mengklaim kerusuhan di Teheran telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Demonstrasi yang bermula dari krisis ekonomi kini telah berubah menjadi gelombang protes anti-pemerintah yang masif.

Indikasi persiapan serangan ini diperkuat dengan pergerakan aset militer AS secara signifikan. Sejak dua pekan terakhir, armada tempur AS mulai digeser dari Asia-Pasifik menuju Timur Tengah.

Pada Senin (26/1/2026), CENTCOM mengonfirmasi bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln telah tiba di perairan Timur Tengah. Langkah ini disebut secara resmi “untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional,” namun banyak pengamat menilai ini sebagai sinyal kesiapan tempur.

Komandan CENTCOM menegaskan komitmen AS untuk melindungi sekutu utamanya, termasuk Israel, dari segala bentuk ancaman balasan yang mungkin timbul jika operasi militer benar-benar dilancarkan. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version