DUNIA
Pentagon Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Usai Jadi Pemimpin Iran
AKTUALITAS.ID – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengklaim bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka dan cacat di bagian wajah.
Pernyataan tersebut memicu sorotan internasional terkait kondisi fisik Mojtaba setelah ia resmi dipilih sebagai pemimpin baru Iran menyusul wafatnya ayahnya, Ali Khamenei.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Hegseth mempertanyakan kemampuan Mojtaba untuk memimpin Iran di tengah kondisi tersebut.
“Kita tahu bahwa pemimpin yang disebut-sebut itu sedang terluka dan kemungkinan mengalami cacat wajah,” kata Hegseth.
Ia juga menyoroti bahwa pesan pertama Mojtaba setelah diangkat sebagai pemimpin Iran hanya disampaikan melalui pernyataan tertulis yang dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran.
Menurut Hegseth, tidak adanya rekaman suara atau video Mojtaba Khamenei menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin baru Iran tersebut.
“Iran memiliki banyak kamera dan perekam suara. Mengapa hanya pernyataan tertulis? Ayahnya meninggal, dia terluka, dan tidak memiliki legitimasi,” ujar Hegseth.
Sementara itu, secara terpisah seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Mojtaba memang mengalami luka ringan, namun kondisinya tetap memungkinkan untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin negara.
Pesan perdana Mojtaba Khamenei disampaikan melalui televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3). Dalam pernyataan tersebut, ia menegaskan Iran akan tetap mempertahankan kebijakan menutup Selat Hormuz di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Ia juga memperingatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka atau berisiko menjadi target serangan Iran.
“Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran,” kata Mojtaba dalam pernyataannya.
Meski demikian, ia menyebut Iran tetap ingin menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara Arab di kawasan tersebut.
Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Ahli Iran, sebuah lembaga yang terdiri dari 88 ulama senior yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi negara tersebut.
Ini merupakan kedua kalinya lembaga tersebut mengawasi proses transisi kepemimpinan Iran, setelah sebelumnya memilih Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi pada 1989 pasca wafatnya Ruhollah Khomeini.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota suci Mashhad, Iran. Ia merupakan salah satu dari enam anak Ali Khamenei dan dikenal memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan politik dan keagamaan di Iran.
Perkembangan terbaru terkait kondisi Mojtaba Khamenei terus menjadi perhatian dunia internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
NASIONAL20/09/2026 11:00 WIBHabiburokhman: Jangan Sampai RUU Jadi Alat Kekuasaan
-
POLITIK20/09/2026 10:00 WIBMenteri ATR/BPN Ternyata Sudah Lama Cabut dari Pengurus Golkar
-
POLITIK20/09/2026 07:00 WIBPrabowo Buka Pintu Reshuffle, PDIP: Kami Tetap di Luar
-
DUNIA20/09/2026 08:00 WIBPBB: Serangan Brutal AS ke Iran Murni Kejahatan Perang
-
NUSANTARA20/09/2026 14:00 WIBApi Liar Lahap 10 Hektare di Ampana Kota
-
OASE20/09/2026 05:00 WIB8 Ayat Al-Qur’an Ini Bongkar Kunci Hidup Sehat Bebas Penyakit
-
POLITIK20/09/2026 06:00 WIBPKB Buka Pintu PT 5 Persen untuk Pemilu 2029
-
DUNIA20/09/2026 12:00 WIBIran Gantung Mata-mata Mossad