NASIONAL
PRIMA Kecam Keras Dugaan Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
AKTUALITAS.ID – WakiWakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal,l Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Alif Kamal, mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Menurutnya, tindakan kekerasan tersebut merupakan perbuatan tidak manusiawi yang mencederai ruang demokrasi serta kebebasan berekspresi di Indonesia.
“Kami mengutuk keras dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS. Kepolisian harus segera mengusut kejadian ini secara serius dan transparan,” ujar Alif dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Alif menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas peristiwa tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menilai pengungkapan kasus secara cepat dan terbuka sangat penting untuk mencegah munculnya spekulasi liar di ruang publik.
Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap aktivis berpotensi memperkeruh situasi di tengah upaya pemerintah yang sedang menjalankan berbagai program kerakyatan.
“Peristiwa seperti ini bisa menjadi upaya memancing di air keruh di tengah semangat pemerintah yang terus melaksanakan berbagai program kerakyatan. Karena itu aparat kepolisian harus bergerak cepat agar tidak berkembang berbagai spekulasi,” katanya.
Alif juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan. Ia menilai pengusutan yang jelas akan mencegah munculnya anggapan bahwa terjadi pembungkaman terhadap suara-suara kritis dari kelompok masyarakat sipil.
“Agar tidak muncul opini liar bahwa ada pembungkaman terhadap suara-suara aktivis, maka pihak kepolisian harus mengusut tuntas kejadian ini hingga pelaku dan motifnya jelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Alif menyebut bahwa pemerintah selama ini justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dari kelompok masyarakat sipil. Ia menilai keberadaan kelompok kritis penting sebagai bagian dari mekanisme kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
“Dalam beberapa kesempatan, pemerintah terus merangkul kelompok-kelompok yang bersuara kritis. Hal ini penting untuk mendapatkan masukan agar jalannya pemerintahan tetap berimbang dan responsif terhadap aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut kini menjadi sorotan publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut demi menjaga keamanan serta iklim demokrasi di Indonesia. (Mun)
-
RIAU29/04/2026 12:41 WIBPolisi Tangkap Eks Finalis Putri Indonesia Riau Jadi Dokter Gadungan, 15 Korban Alami Cacat Permanen
-
EKBIS29/04/2026 09:30 WIBIHSG Tembus 7.096 di Awal Perdagangan
-
OASE29/04/2026 05:00 WIBMakna Tersembunyi 7 Surat Tasbih dalam Al-Qur’an
-
NUSANTARA29/04/2026 08:30 WIBGeger! Pasien BPJS Ditemukan Tewas Mengenaskan di Toilet RS AR Bunda
-
EKBIS29/04/2026 10:30 WIBBukan Main, Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.304
-
POLITIK29/04/2026 09:00 WIBBaleg DPR: Pendanaan Partai Harus Diatur Ulang
-
NASIONAL29/04/2026 12:30 WIBKomandan OPM Peneror Karyawan Freeport Tewas Ditembak TNI
-
JABODETABEK29/04/2026 06:30 WIBAwas Kena Tilang! Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Sebelum Terlambat