NUSANTARA
Merapi Kembali Muntahkan Lava Pijar ke Barat Daya
AKTUALITAS.ID – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan yang patut diwaspadai. Gunung api paling aktif di Indonesia yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu masih berstatus Level III atau Siaga, dengan puluhan guguran lava pijar yang terus terjadi.
Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, sedikitnya 21 kali guguran lava pijar teramati meluncur dari puncak Merapi ke arah barat daya dengan jarak luncur mencapai sekitar 1.800 hingga 2.000 meter.
Fenomena tersebut menegaskan bahwa aktivitas vulkanik di dalam tubuh Merapi masih berlangsung cukup intens. Pergerakan material pijar yang terus menerus terjadi menjadi indikator bahwa suplai magma dari dalam gunung belum berhenti.
Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops BPBD) Kabupaten Magelang melaporkan aktivitas guguran lava masih mendominasi dalam periode pengamatan terakhir.
Selain guguran lava pijar, berbagai aktivitas kegempaan juga terus terekam oleh instrumen pemantauan. Mulai dari gempa guguran, gempa hybrid, hingga gempa vulkanik dangkal yang menunjukkan adanya dinamika magma di dalam perut gunung.
Kondisi tersebut membuat status Merapi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga. Pada level ini, masyarakat diminta untuk tidak memasuki area yang telah ditetapkan sebagai zona potensi bahaya oleh otoritas vulkanologi.
Petugas kebencanaan juga mengingatkan bahwa ancaman tidak hanya berasal dari guguran lava pijar. Saat curah hujan meningkat di kawasan puncak, material vulkanik yang menumpuk berpotensi terbawa aliran air dan memicu banjir lahar di sejumlah sungai berhulu di Merapi.
Karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun kawasan lereng gunung diminta meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan informasi resmi.
Gunung Merapi selama ini dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia. Aktivitas erupsi efusif berupa guguran lava menjadi karakter yang sering muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Meski belum menunjukkan tanda-tanda erupsi besar, aktivitas yang masih tinggi membuat seluruh pihak terkait tetap melakukan pemantauan intensif selama 24 jam.
Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi serta instansi penanggulangan bencana setempat.
Dengan status Siaga yang masih berlaku, kewaspadaan menjadi kunci utama. Guguran lava yang terus terjadi hingga mencapai dua kilometer menjadi pengingat bahwa Merapi masih aktif dan setiap perkembangan perlu dicermati secara serius. (Irawan/Mun)
-
RAGAM13/06/2026 16:35 WIBMain Drum Bareng Vol. 6 Digelar Besok, Puluhan Drummer akan Bermain Serempak
-
POLITIK14/06/2026 06:00 WIBGrace Natalie Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI
-
NASIONAL13/06/2026 19:30 WIBWamen LH Dorong Teknologi Hijau Perkuat Program Prioritas Presiden
-
NASIONAL14/06/2026 09:00 WIBBEM UI Pastikan Demo Lanjutan Segera Digelar
-
NASIONAL13/06/2026 19:05 WIBDPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru dalam Anggaran Pendidikan 2027
-
EKBIS13/06/2026 17:00 WIBPertamina Jamin Pasokan Pertalite Tersedia di Seluruh Indonesia
-
OASE14/06/2026 05:00 WIBAl Qur’an Isyaratkan Makhluk Hidup di Langit
-
JABODETABEK14/06/2026 06:30 WIB
Buruan! SIM Keliling Jakarta Cuma Sampai Siang Ini