Connect with us

EKBIS

Kapitalisasi Pasar Kripto Tembus Rp39597 Triliun

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Pasar aset kripto mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah sempat dihantam gelombang aksi jual global. Pada perdagangan Rabu pagi (29/7/2026), mayoritas mata uang digital kembali bergerak di zona hijau, dengan Ethereum (ETH) tampil sebagai pemimpin penguatan, sementara Bitcoin (BTC) mulai bangkit meski bayang-bayang kebijakan Federal Reserve (The Fed) masih menghantui pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin menguat sekitar 0,69 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, kenaikan tersebut belum mampu menghapus tekanan yang terjadi sepanjang sepekan, di mana BTC masih terkoreksi sekitar 3,91 persen.

Ethereum justru tampil lebih impresif. Kripto terbesar kedua di dunia itu melonjak 1,76 persen dalam sehari dan diperdagangkan di kisaran US$1.911 atau sekitar Rp34,55 juta. Meski demikian, dalam sepekan terakhir ETH masih mencatat pelemahan sekitar 1,12 persen.

Kebangkitan ini terjadi hanya sehari setelah Bitcoin diguncang aksi jual besar-besaran hingga sempat merosot di bawah US$62 ribu. Tekanan tersebut dipicu oleh ambruknya saham-saham teknologi global yang bergerak di sektor kecerdasan buatan (AI), sekaligus meningkatnya kewaspadaan investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip Investing, Bitcoin sebelumnya ditutup melemah 1,4 persen ke level sekitar US$63.890 setelah sentimen negatif dari pasar saham menjalar ke aset digital.

Gelombang kepanikan bermula dari anjloknya saham teknologi Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan bahkan merosot lebih dari 10 persen akibat aksi jual terhadap produsen cip AI seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.

Pasar mulai meragukan keberlanjutan belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI. Di sisi lain, meningkatnya persaingan dari produsen cip memori asal China turut memperburuk sentimen investor. Efek domino kemudian merembet ke Wall Street, dengan Nasdaq Composite menjadi satu-satunya indeks utama Amerika Serikat yang berakhir di zona merah.

Fokus investor kini tertuju sepenuhnya pada hasil rapat Federal Reserve. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sekitar 32 persen bagi The Fed untuk secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan ini. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada September telah melampaui 80 persen.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi tantangan besar bagi pasar kripto karena aset digital tidak menawarkan imbal hasil tetap. Kondisi tersebut biasanya mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman.

Selain tekanan makroekonomi, Bitcoin juga masih dibebani oleh arus keluar dana dari ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat yang terus berlangsung. Arus keluar tersebut membuat pemulihan harga Bitcoin kehilangan momentum meski sempat bangkit dari posisi terendah awal bulan.

Meski demikian, mayoritas aset digital papan atas berhasil mencatat kenaikan pada perdagangan terbaru.

BNB menguat 1,04 persen ke US$571,27, XRP melonjak 1,44 persen ke US$1,07, Solana (SOL) naik 0,38 persen ke US$73,50, TRON (TRX) bertambah 0,24 persen menjadi US$0,3246, sementara Dogecoin (DOGE) menguat 1,2 persen ke US$0,07055.

Di sisi lain, Hyperliquid (HYPE) masih menjadi salah satu aset yang tertekan setelah turun 2,5 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$54,77.

Untuk kelompok stablecoin, Tether (USDT) melemah tipis 0,03 persen ke US$0,9987, sedangkan USDC berada di US$0,9999.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global naik sekitar 0,44 persen menjadi US$2,19 triliun atau setara Rp39.597 triliun, menandakan minat beli mulai kembali muncul setelah aksi jual yang mengguncang pasar.

Namun, pelaku pasar masih memilih berhitung. Arah pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan sangat ditentukan oleh keputusan Federal Reserve. Jika bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal kebijakan yang lebih agresif, volatilitas pasar kripto diperkirakan kembali meningkat. Sebaliknya, jika sikap The Fed lebih lunak dari perkiraan, peluang reli lanjutan bagi Bitcoin dan Ethereum bisa kembali terbuka. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version