NUSANTARA
Jangan Nekat! Jalur Pendakian Merapi Masih Ditutup Total
AKTUALITAS.ID – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengeluarkan penegasan setelah beredarnya konten di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pendakian dan mengesankan seolah jalur menuju puncak Gunung Merapi telah kembali dibuka.
Faktanya, hingga saat ini jalur pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status aktivitas gunung masih berada pada Level III (Siaga).
Kepala Balai TNGM, Heri Wibowo, menegaskan bahwa penutupan jalur pendakian telah diberlakukan sejak 22 Mei 2018 setelah status Merapi dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Pada 5 November 2020, status kembali meningkat menjadi Level III (Siaga) dan hingga kini belum dicabut.
“Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana,” tegas Heri dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19–25 Juni 2026 dari BPPTKG, aktivitas vulkanik masih tergolong tinggi dengan erupsi efusif yang terus berlangsung.
Pasokan magma ke permukaan masih terjadi sehingga potensi guguran lava maupun awan panas guguran masih dapat muncul sewaktu-waktu mengikuti alur sungai di lereng Merapi.
Di sektor selatan dan barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong dengan jarak luncur hingga 5 kilometer, sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng berpotensi terdampak hingga 7 kilometer dari puncak.
Pada sektor tenggara, ancaman berada di alur Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Selain itu, apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari kawah.
Balai TNGM menegaskan bahwa jalur pendakian melalui New Selo menuju puncak berada di dalam kawasan rawan bencana.
Mulai dari gerbang pendakian, Pos I, Pos II, hingga Pasar Bubrah seluruhnya berada dalam radius yang berpotensi terdampak lontaran batu pijar maupun awan panas. Karena itu, aktivitas pendakian dinilai membahayakan keselamatan pendaki.
Balai TNGM mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak berasal dari sumber resmi mengenai pembukaan jalur maupun kondisi aktivitas Gunung Merapi.
“Masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau langsung ke BPPTKG,” ujar Heri.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati panorama Merapi, Balai TNGM menyarankan memilih kawasan wisata soft trekking yang berada di luar zona bahaya, seperti Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang.
Balai TNGM menegaskan bahwa penutupan jalur pendakian dilakukan semata-mata untuk melindungi keselamatan masyarakat dan mengikuti rekomendasi instansi teknis yang berwenang.
“Pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan, semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang serta untuk menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak,” tegas Heri.
Otoritas mengingatkan masyarakat agar tidak nekat memasuki kawasan yang telah dinyatakan tertutup, karena risiko aktivitas vulkanik masih tinggi dan dapat membahayakan keselamatan jiwa. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL28/09/2026 06:00 WIBTelinga Robek Disiksa Senior, Anak Wamen Inisial DAS Diduga Dalang Bullying di ICM
-
NASIONAL28/09/2026 10:00 WIBLapas Cibinong Heboh, DPR Minta Semua Lapas Diperiksa
-
NASIONAL28/09/2026 07:00 WIBPengamat Ingatkan Bahaya Tersembunyi di RUU Perampasan Aset
-
JABODETABEK28/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Senin 28 September
-
JABODETABEK28/09/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Mayoritas Cerah Senin
-
RAGAM28/09/2026 14:30 WIBGaya Hidup Mewah Anak Buah Qodari Picu Kritik Netizen
-
POLITIK28/09/2026 11:00 WIB8 Parpol Nonparlemen Kompak Usul PT 1 Persen
-
NUSANTARA28/09/2026 07:30 WIBKapal Pinisi Yukai Bawa Turis Terbalik di Labuan Bajo