Connect with us

DUNIA

Gaza Dibombardir Israel, 18 Orang Meninggal Dunia

Aktualitas.id -

Serangan militer Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Rabu (4/2/2026) waktu setempat. Rentetan tembakan tank dan serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah wilayah, menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk empat anak-anak, di tengah masih berlakunya gencatan senjata Gaza.

AKTUALITAS.ID – Serangan militer Israel kembali mengguncang Jalur Gaza pada Rabu (4/2/2026) waktu setempat. Rentetan tembakan tank dan serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah wilayah, menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk empat anak-anak, di tengah masih berlakunya gencatan senjata Gaza.

Selain menimbulkan korban jiwa, otoritas Israel juga menghentikan sementara evakuasi pasien melalui perlintasan perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Padahal, perlintasan tersebut baru dibuka kembali awal Februari setelah hampir dua tahun ditutup.

Militer Israel, dalam pernyataan resminya yang dikutip Reuters, menyebut serangan dilakukan sebagai respons atas penembakan oleh seorang pria bersenjata yang melukai serius seorang tentara cadangan Israel.

“Tank-tank Israel menembaki Jalur Gaza dan sejumlah serangan udara dilancarkan setelah insiden penembakan terhadap pasukan kami,” demikian pernyataan militer Israel, Rabu (4/2/2026).

Serangan tersebut menargetkan Kota Gaza, wilayah terbesar di Jalur Gaza, serta Khan Younis di bagian selatan wilayah kantong Palestina itu. Serangan ini terjadi di tengah upaya internasional menjaga stabilitas pasca-kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober tahun lalu.

Seorang pejabat kesehatan Gaza mengatakan kepada Reuters bahwa pergerakan pasien menuju Mesir melalui Rafah dihentikan, hanya dua hari setelah perlintasan itu kembali dibuka.

Pembukaan kembali Rafah sebelumnya memungkinkan sejumlah kecil warga Palestina menyeberang untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, terutama pasien yang membutuhkan perawatan medis lanjutan.

Juru bicara Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan bahwa para pasien telah tiba di sebuah rumah sakit di Khan Younis untuk bersiap menyeberang ke Mesir. Namun, mereka kemudian mendapat pemberitahuan bahwa evakuasi ditunda.

“Mereka menghubungi para pasien dan mengatakan bahwa hari ini tidak ada perjalanan sama sekali, perlintasan ditutup,” ujar Raja’a Abu Teir, salah satu pasien yang dijadwalkan dievakuasi, kepada Reuters.

Sejumlah pasien bahkan dilaporkan terpaksa menunggu di dalam ambulans setelah mendapat kabar bahwa mereka tidak dapat melintasi Rafah.

Sementara itu, COGAT, badan Israel yang mengendalikan akses ke Gaza, menyatakan bahwa perlintasan Rafah sebenarnya tetap dibuka, namun pihaknya belum menerima koordinasi teknis yang diperlukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memfasilitasi penyeberangan pasien.

Hingga berita ini diturunkan, WHO belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Pembukaan kembali Rafah merupakan salah satu poin penting dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza. Menurut petugas medis Gaza, sebanyak 16 pasien dan 40 pendamping berhasil menyeberang ke Mesir pada Selasa (3/2/2026).

Sumber kepolisian Hamas secara terpisah menyebutkan bahwa sekitar 40 orang telah melintasi perbatasan Rafah menuju Mesir pada Selasa malam waktu setempat. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version