DUNIA
Iran Tegas Tolak Tuntutan Berlebihan soal Program Nuklir
AKTUALITAS.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan terkait program nuklir Iran, meski pembicaraan dengan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan dan ancaman militer dari Washington.
“Negara kita, Iran, tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan mereka,” kata Pezeshkian dalam pidato peringatan ke-47 Revolusi Islam Iran, Rabu (11/2/2026).
Meski bersikap tegas, Pezeshkian menyatakan Iran tetap membuka ruang dialog demi menjaga stabilitas kawasan. Ia menegaskan Teheran tidak akan tunduk pada agresi, namun tetap mengedepankan diplomasi dengan negara-negara tetangga.
“Iran tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi, tetapi kami terus berdialog dengan sekuat tenaga untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini,” ujarnya, seperti dilansir AFP, Rabu (11/2/2026).
Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir. Ia menyatakan negaranya siap menjalani mekanisme verifikasi internasional guna membuktikan program nuklir Iran bersifat damai.
“Kami tidak berupaya memperoleh senjata nuklir. Hal ini telah kami sampaikan berulang kali dan kami siap untuk verifikasi apa pun,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington. Trump bahkan menyebut Teheran akan “bodoh” jika menolak peluang tersebut.
“Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Mereka akan bodoh jika tidak melakukannya,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox Business yang dikutip CNN, Rabu (11/2/2026).
Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran pada masa sebelumnya dan mengancam akan mengambil langkah lebih jauh jika kesepakatan nuklir tidak tercapai.
“Kita telah melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita akan melihat apakah perlu melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini,” ujar Trump.
Meski kembali menegaskan bahwa Iran menginginkan kesepakatan, Trump mengingatkan bahwa kesepakatan tersebut harus memenuhi syarat ketat, termasuk larangan pengembangan senjata nuklir dan rudal.
“Kesepakatan itu harus kesepakatan yang baik. Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini dan itu,” tandasnya.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir kembali menjadi sorotan internasional, seiring upaya diplomasi yang berjalan di bawah bayang-bayang ancaman militer dan sanksi ekonomi. (Mun)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
NASIONAL31/03/2026 19:00 WIBPemerintah dan Pertamina Sepakat Harga BBM Batal Naik
-
PAPUA TENGAH31/03/2026 20:00 WIBPenipuan Percepatan Haji Marak di Mimika, Kemenhaj Imbau Jemaah Waspada
-
EKBIS31/03/2026 23:30 WIBBahana Sekuritas dan Recapital Asset Management Resmikan Kerja Sama Strategis
-
RAGAM31/03/2026 20:30 WIBPenyakit Campak Menular Lewat Udara dan Droplet
-
OLAHRAGA31/03/2026 22:30 WIBAtlet Indonesia Sukses Raih Medali Emas di Kejuaraan Atletik