Connect with us

DUNIA

Hamas Ultimatum Israel: Jangan Gunakan BoP Trump untuk Lanjutkan Agresi di Gaza

Aktualitas.id -

Kelompok pejuang Palestina Hamas. (Anadolu Agency)

AKTUALITAS.ID – Kelompok pejuangn Hamas mengeluarkan peringatan keras terhadap Board of Peace (BoP), dewan perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hamas mendesak agar lembaga tersebut segera menghentikan serangan Israel ke Jalur Gaza dan tidak menjadi alat politik untuk memperpanjang agresi militer.

Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan resmi pertama BoP yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis (19/2/2026). BoP sendiri memicu kontroversi global karena dinilai lebih banyak mengakomodir kepentingan AS-Israel dibandingkan hak-hak rakyat Palestina.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa dewan tersebut tidak boleh dijadikan tameng bagi Israel untuk menghindari tanggung jawab atas kehancuran di Gaza.

“Kami memperingatkan agar pihak Israel tidak menggunakan dewan ini sebagai kedok untuk melanjutkan perang di Gaza dan mencegah rekonstruksi,” ujar Qassem dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Al Jazeera.

Qassem juga menuntut agar BoP melibatkan komite teknokrat Palestina dalam pengelolaan Gaza serta memulai proses rekonstruksi besar-besaran yang selama ini terhambat.

Meski kesepakatan gencatan senjata telah dimediasi AS sejak Oktober 2025, situasi di lapangan tetap mencekam. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 600 warga Palestina tewas dan 1.600 lainnya luka-luka akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dalam empat bulan terakhir.

Serangan terbaru dilaporkan menyasar wilayah Tuffah di Gaza Utara serta Khan Younis di Selatan. Selain serangan darat dan udara, kapal perang Israel juga dilaporkan menembaki nelayan lokal dan menahan warga sipil.

Di sisi lain, bantuan kemanusiaan masih sulit masuk. Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan bahwa kurang dari 60 persen bantuan dari Mesir yang diizinkan masuk oleh otoritas Israel. “Operasi kemanusiaan terus menghadapi hambatan koordinasi di lapangan,” jelasnya.

Diluncurkan pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Januari lalu, Board of Peace kini telah mengantongi dukungan dari 19 negara pendiri. Meski awalnya dibentuk untuk mengawasi rekonstruksi Gaza, mandat lembaga ini kini diperluas untuk menangani konflik internasional lainnya.

Perluasan wewenang ini memicu kekhawatiran global bahwa BoP sengaja dibentuk oleh pemerintahan Trump untuk menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam diplomasi dunia. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version