NUSANTARA
Ledakan Maut di Situbondo: Polisi Temukan Petasan di Lokasi Kejadian
AKTUALITAS.ID – Aparat kepolisian masih mendalami insiden ledakan maut yang menghancurkan sebuah rumah warga di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dalam penyisiran awal di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah selongsong petasan yang diduga kuat menjadi pemicu ledakan.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, mengonfirmasi pihaknya telah mengamankan beberapa batang petasan berukuran cukup besar dari tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti tersebut memiliki diameter sekitar 3–4 sentimeter dengan panjang kurang lebih 15 sentimeter.
“Untuk penyebab diduga dari mercon atau petasan ataupun bom bondet. Salah satu barang bukti yang kami amankan adalah beberapa batang petasan atau mercon dengan diameter antara 3 sampai 4 cm dan panjang 15 cm,” ujar Bayu kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat setelah salat zuhur, itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Supriyadi (50). Sementara enam korban luka terdiri dari Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), Kulsum (60), dan Abdurrahman (15).
Lima korban luka dirawat di RSUD Asembagus. Sedangkan satu korban lainnya yang mengalami luka bakar sekitar 90 persen dirujuk ke rumah sakit di Jember untuk mendapatkan penanganan intensif.
“Kejadian ini tentu melukai kita bersama. Satu korban meninggal dunia dan enam lainnya masih dirawat di rumah sakit,” kata Bayu.
Setelah menerima laporan ledakan, jajaran Polsek Banyuputih langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi area dengan memasang garis polisi.
Namun, Polres Situbondo belum dapat melakukan olah TKP secara menyeluruh lantaran tidak memiliki kemampuan penjinakan bahan peledak. Untuk itu, pihaknya telah memanggil tim Gegana dari Bondowoso guna memastikan lokasi aman dari potensi ledakan susulan.
“Kami memanggil Gegana untuk melakukan penjinakan. Sampai saat ini kami belum dapat melakukan olah TKP karena menunggu proses sterilisasi,” ujarnya.
Selain tim Gegana, kepolisian juga akan melibatkan tim identifikasi dari Polda Jawa Timur untuk mendalami penyebab pasti ledakan tersebut.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan demi keselamatan bersama. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak memproduksi maupun menyimpan petasan, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, penggunaan petasan berukuran besar sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan.
Kasus ledakan maut di Situbondo ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti dan kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum. (Kusuma/Mun)
-
POLITIK20/05/2026 20:46 WIBMikrofon Bocor! Dasco Kepergok Ucap ‘Jangan Teriak Hidup Jokowi’ di Paripurna DPR
-
NASIONAL20/05/2026 21:00 WIBDPR Resmi Ketok Revisi UU Polri, Reformasi dan Kewenangan Polisi Kembali Disorot
-
PAPUA TENGAH20/05/2026 22:26 WIBKos Diduga Jadi Sarang Narkoba di Timika Digerebek, Polisi Sita 36 Paket Sabu
-
POLITIK21/05/2026 07:00 WIBDasco: Ucapan Prabowo ke Megawati Bukan Basa-basi Politik
-
POLITIK21/05/2026 00:01 WIBPKS DKI Resmikan Rumah Inovasi Energi
-
NASIONAL21/05/2026 10:00 WIBMenlu Sugiono Tegaskan Kasus 9 WNI di Kapal GSF Bukan Penculikan
-
JABODETABEK20/05/2026 23:00 WIBPetugas PPSU Bidara Cina Ditusuk Usai Tegur Pengunjung, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
-
RIAU21/05/2026 16:01 WIBSatlantas Polres Inhu Hadirkan SIM Delivery, SIM Kini Diantar Langsung ke Rumah Warga