Connect with us

DUNIA

Ratusan Pasukan AS Ditarik dari Qatar & Bahrain di Tengah Ketegangan dengan Iran

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID Ratusan tentara Amerika Serikat dilaporkan ditarik dari pangkalan militer di Qatar dan Bahrain di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Menurut laporan media internasional, langkah ini merupakan bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan respons Iran jika konflik meluas.

Menurut sumber anonim yang dikutip oleh The New York Times, pasukan Amerika telah dievakuasi dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar dan kompleks pangkalan Angkatan Laut Amerika di Bahrain, sementara unit-unit di negara lain seperti Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab tetap berada di posisi mereka.

Penarikan pasukan ini dipandang sebagai tindakan pencegahan di tengah kekhawatiran bahwa sebuah serangan militer AS terhadap Iran dapat memicu balasan langsung dari Teheran. Dalam surat resmi yang dikirim oleh misi Iran kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Iran menegaskan bahwa semua pangkalan dan fasilitas militer musuh di wilayah tersebut akan menjadi sasaran sah jika negara itu diserang.

Sementara itu, Komando Pusat militer AS (Central Command) sejauh ini belum memberikan komentar resmi terkait laporan relokasi pasukan tersebut.

Relokasi pasukan ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas militer AS di wilayah Timur Tengah, termasuk pengerahan kapal induk dan alat pertahanan udara, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan konflik berkepanjangan dengan Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat dalam beberapa bulan terakhir, meski perundingan diplomatik mengenai program nuklir Iran masih berlangsung.

Situasi ini juga menarik perhatian dunia internasional. PBB dan sejumlah negara mengingatkan untuk meredakan retorika dan terus terlibat dalam diplomasi, guna menghindari eskalasi kecelakaan militer di kawasan yang sensitif ini.

Ke depan, ketegangan ini tetap menjadi salah satu fokus utama hubungan internasional di awal 2026, dengan kemungkinan implikasi yang luas bagi stabilitas regional dan global. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version