DUNIA
Iran Nilai AS Terlibat dalam Agresi Israel
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas menyusul kecaman keras Pemerintah Iran terhadap pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. Teheran menilai pernyataan Huckabee yang mendukung perluasan wilayah Israel sebagai bukti nyata keterlibatan Washington dalam agenda genosida dan ekspansi kolonial.
Melalui platform X, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa retorika ideologi ekstrem semacam itu hanya akan memberikan “lampu hijau” bagi Israel untuk terus melanggar hukum internasional.
“Pernyataan ini adalah bukti keterlibatan aktif Amerika dalam perang agresi ekspansionis rezim Israel serta genosida kolonial terhadap rakyat Palestina,” tegas Baghaei.
Gelombang protes ini dipicu oleh wawancara Huckabee dalam podcast Tucker Carlson yang dirilis Jumat (20/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Huckabee secara kontroversial mengklaim bahwa Israel memiliki “Hak Alkitabiah” atas wilayah yang sangat luas.
Huckabee merujuk pada visi “Greater Israel” atau Israel Raya, sebuah konsep perluasan wilayah yang secara geografis membentang dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Eufrat di Irak. “Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya,” ujar Huckabee dalam sesi tersebut.
Bahkan, ia membela aksi militer brutal di Jalur Gaza sebagai bagian dari “ketentuan ilahi” yang harus dijalankan oleh Negeri Zionis.
Visi ekspansionis yang dilontarkan Dubes AS tersebut sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Agustus lalu. Netanyahu mengaku terikat dengan visi Israel Raya dan menyebutnya sebagai sebuah “misi sejarah dan spiritual” bagi generasi Yahudi.
Istilah “Greater Israel” sendiri sering kali mencakup wilayah-wilayah kedaulatan negara lain, mulai dari Tepi Barat, Gaza, Dataran Tinggi Golan (Suriah), hingga sebagian wilayah Yordania dan Semenanjung Sinai (Mesir).
Pernyataan Huckabee diprediksi akan memperburuk hubungan diplomasi di kawasan Timur Tengah. Teheran memperingatkan bahwa dukungan terbuka terhadap aneksasi wilayah-wilayah yang diakui secara internasional hanya akan memicu eskalasi konflik antara poros perlawanan Iran dan aliansi AS-Israel.
Para pengamat menilai, retorika ini berisiko menghancurkan upaya perdamaian apa pun di Palestina dan meningkatkan ancaman terhadap stabilitas bangsa-bangsa Arab di sekitar wilayah pendudukan. (Mun)
-
EKBIS18/08/2026 10:30 WIBRupiah Melemah ke Rp17.840 per Dolar AS
-
EKBIS18/08/2026 09:30 WIBUsai Libur HUT ke-81 RI, IHSG Tancap Gas Tembus Level 6.466
-
POLITIK18/08/2026 11:00 WIBGeger Pengupas Bawang, Iwan Sumule: Ada yang Sengaja Menjerumuskan Presiden
-
RAGAM18/08/2026 11:15 WIBPolda Riau Bongkar Mata Rantai Emas PETI, Dua Orang Tersangka dan Rp972 Juta Disita
-
EKBIS18/08/2026 11:30 WIBEmas Antam Melejit ke Rp2,695 Juta/Gram
-
DUNIA18/08/2026 12:00 WIBHouthi Tembakkan Rudal Hipersonik ke Laut Merah
-
NASIONAL18/08/2026 14:00 WIBKomisi III Targetkan RUU Rampung Sebelum Desember
-
RAGAM18/08/2026 14:30 WIB18 Agustus Jadi Saksi Penentuan Nasib NKRI