DUNIA
Persiapan Perang? Unit Scorpion AS Siap Operasikan Drone Kamikaze di Teluk
AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat (AS) dilaporkan siap mengerahkan unit drone kamikaze jika Presiden Donald Trump memutuskan melancarkan serangan terhadap Iran. Kesiapan tersebut diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Teheran.
Mengutip laporan Bloomberg yang dilansir Al Arabiya, unit drone serangan satu arah itu kini telah dinyatakan siap beroperasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa skuadron drone tersebut dibentuk tahun lalu untuk mempercepat adopsi teknologi tempur terbaru. Unit ini dikenal sebagai Satuan Tugas Scorpion dan merupakan pengembangan dari program drone eksperimental militer AS.
Drone kamikaze tersebut diproduksi oleh perusahaan pertahanan berbasis Arizona, SpektreWorks. Sistem ini memiliki nama resmi Low-Cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS) atau Sistem Serangan Tempur Tak Berawak Berbiaya Rendah.
Menurut CENTCOM, satu unit drone LUCAS diperkirakan bernilai sekitar US$35.000 atau setara Rp586 juta. Drone ini dirancang untuk misi serangan satu arah, pengintaian, hingga operasi maritim. Sistemnya juga memiliki jangkauan luas dan mampu beroperasi secara otonom.
Salah satu uji coba drone tersebut dilakukan di kawasan Teluk pada pertengahan Desember lalu dari dek kapal tempur pesisir USS Santa Barbara yang tergabung dalam armada AS di Timur Tengah.
Analis pertahanan dari Forecast International, Anna Miskelley, menilai pengerahan drone kamikaze ini menandai perubahan strategi militer AS. Selama ini, Washington banyak mengandalkan platform mahal seperti MQ-9 Reaper yang biayanya jauh lebih tinggi dan dinilai kurang efisien dalam konflik berbasis serangan kawanan drone.
Pengerahan drone ini menjadi bagian dari langkah militer lebih luas yang diperintahkan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran agar bersedia mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Di sisi diplomasi, perundingan antara AS dan Iran kembali digelar di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pembicaraan menunjukkan kemajuan positif dan putaran lanjutan dapat digelar dalam waktu dekat.
Menariknya, drone LUCAS disebut-sebut merupakan hasil rekayasa balik dari drone Shahed-136 buatan Iran yang sebelumnya banyak digunakan dalam konflik regional. Hal ini menunjukkan upaya AS mengejar ketertinggalan dalam pengembangan drone kamikaze murah yang efektif di medan tempur modern.
Meski unit ini masih relatif baru dan skalanya kecil dibandingkan pengerahan militer AS secara keseluruhan, potensi penggunaannya dalam operasi mendatang dapat menjadi babak baru dalam strategi pertahanan Washington di Timur Tengah. (Mun)
-
FOTO27/02/2026 05:34 WIBFOTO: KWP Gandeng DPR dan BUMN Beri Santunan Anak Yatim
-
FOTO27/02/2026 01:25 WIBFOTO: Peluncuran Aurowave Audio Profesional
-
OASE27/02/2026 05:00 WIBCara Menghitung Fidyah Yang Benar
-
EKBIS27/02/2026 13:46 WIBBuka Cabang di Surabaya, Nellava Bullion Perkuat Pasar Investasi Logam Mulia Jawa Timur
-
NASIONAL26/02/2026 23:30 WIBJelang HKBN, Satgas Saber Pangan Beri Teguran Hingga Penegakan Hukum
-
OLAHRAGA27/02/2026 10:30 WIBJelang All England 2026, Alwi Farhan dkk Mulai Berlatih di Inggris
-
DUNIA27/02/2026 00:01 WIBTidak Diakui Negara Nuklir, Korut Takkan Berdamai dengan AS
-
NUSANTARA26/02/2026 23:00 WIBUntuk Jaga Daya Beli Warga, Pajak di Jawa Barat Tidak Dinaikan