RAGAM
Asia Dominasi Daftar Negara Ateis Terbesar
AKTUALITAS.ID – Survei terbaru dari Pew Research Center (2025) mencatat sekitar 24,2 persen penduduk dunia tidak berafiliasi dengan agama atau tergolong ateis. Angka ini meningkat dibandingkan periode 2010 yang berada di kisaran 23 persen.
Kelompok “religiously unaffiliated” atau tidak beragama terus bertambah seiring meningkatnya pendidikan, kemajuan sains dan teknologi, serta perubahan sosial global. Proses sekularisasi di banyak negara juga membuat agama tidak lagi menjadi pusat kehidupan publik seperti pada masa lalu.
Berikut daftar 20 negara dengan populasi ateis terbesar berdasarkan data Religious Composition by Country yang dipublikasikan Pew Research pada 2022.
20 Negara dengan Populasi Ateis Terbesar
Republik Ceko – 78,4%
Korea Utara – 71,3%
Estonia – 60,2%
Jepang – 60%
Hong Kong – 54,7%
China – 51,8%
Korea Selatan – 46,6%
Latvia – 45,3%
Belanda – 44,3%
Uruguay – 41,5%
Selandia Baru – 39,6%
Mongolia – 36,5%
Prancis – 31,9%
Britania Raya – 31,2%
Belgia – 31%
Vietnam – 29,9%
Swedia – 29%
Australia – 28,6%
Belarus – 28,6%
Luksemburg – 26,7%
Mengapa Ceko Jadi Negara Paling Ateis?
Republik Ceko secara konsisten disebut sebagai negara dengan tingkat religiositas terendah di Eropa menurut Pew Research dan Eurobarometer. Sekitar 65–70 persen warganya menyatakan tidak berafiliasi agama, sementara hanya 20–25 persen yang mengaku beragama, mayoritas Katolik dengan tingkat praktik yang relatif rendah.
Faktor sejarah memainkan peran penting. Masa pemerintahan komunis (1948–1989) menekan institusi agama dan mendorong sekularisme. Selain itu, tradisi Hussitisme pada abad ke-15 turut melemahkan otoritas Gereja Katolik dan membentuk budaya kritis terhadap institusi keagamaan.
Asia Dominasi Daftar
Dari 20 negara tersebut, sebagian besar berasal dari Asia dan Eropa Timur. Negara seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan Vietnam menunjukkan tingginya angka populasi tidak beragama.
Peningkatan jumlah ateis secara global dinilai berkaitan erat dengan modernisasi, urbanisasi, dan meningkatnya akses terhadap pendidikan tinggi serta informasi ilmiah.
Meski demikian, tren ini berbeda di setiap kawasan, karena faktor budaya, politik, dan sejarah memiliki pengaruh besar terhadap tingkat religiositas suatu negara. (Firmansyah/Mun)
-
NUSANTARA16/04/2026 00:01 WIBTiga Warga Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM
-
OTOTEK15/04/2026 16:30 WIBTiongkok Mulai Menyalip, Ini Dia Daftar Mobil Terlaris Sepanjang Q1 2026
-
NASIONAL15/04/2026 15:17 WIBPKP Gandeng PANRB, Pemerintah Percepat Reformasi Birokrasi Sektor Perumahan
-
OLAHRAGA15/04/2026 23:00 WIBFajar Alfian: Persaingan di Thomas & Uber Cup Tidak Gampang
-
NUSANTARA15/04/2026 22:30 WIBPanglima TNI Tinjau Yonif TP 940/Jaya Nagara di Subang, Jawa Barat
-
PAPUA TENGAH15/04/2026 19:30 WIBPerkuat Ketahanan Keluarga, PT Petrosea Gelar Edukasi Calon Pengantin di Mimika
-
EKBIS15/04/2026 20:30 WIBKolaborasi, Petrosea dan Distrik Miru Komitmen Kembangkan RTH
-
NUSANTARA15/04/2026 15:30 WIBRatusan Juta Melayang! Oknum ASN Kejari Aru Tipu Warga Modus Lolos CPNS