EKBIS
Bahlil Janji BBM dan LPG Subsidi Haram Naik Sampai Akhir 2026
AKTUALITAS.ID – Kepastian besar soal harga energi akhirnya keluar. Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga BBM subsidi dan LPG subsidi tidak akan naik hingga 31 Desember 2026.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil di tengah derasnya wacana penyesuaian harga energi yang sebelumnya sempat memicu spekulasi publik. Namun, pemerintah memilih langkah berbeda: menahan harga tetap demi menjaga daya beli masyarakat.
“Saya ingin mengatakan bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah… tidak akan kita naikkan sampai 31 Desember,” ujar Bahlil dalam acara Musyawarah Besar V Kosgoro 1957 di Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan, mengingat tekanan fiskal dan dinamika ekonomi global yang kerap mendorong opsi kenaikan harga energi di berbagai negara.
Namun Bahlil menegaskan, justru di tengah ketidakpastian global, pemerintah memilih memperkuat keberpihakan pada rakyat.
Menurutnya, banyak pihak yang mendorong kenaikan harga BBM dan LPG subsidi. Tetapi pemerintah tetap mengambil sikap sebaliknya.
“Banyak dinamika yang meminta dinaikkan, tapi kita pemerintah… harus berpihak betul kepada rakyat. Karena itu subsidi kita tidak naikkan,” tegasnya.
Di balik keputusan menahan harga energi, Bahlil juga menyinggung persoalan lain yang lebih sensitif: praktik ekspor komoditas yang menurutnya masih bermasalah.
Ia mengungkap adanya dugaan transfer pricing dan under invoicing yang menyebabkan potensi penerimaan negara hilang.
“Tidak bisa dipungkiri telah terjadi transfer pricing dan under invoicing, dan itu dilakukan secara by design,” katanya.
Bahlil memberi ilustrasi bagaimana harga komoditas bisa direkayasa di jalur ekspor sehingga negara hanya menerima nilai lebih rendah dari seharusnya.
Selain isu energi, Bahlil juga menyinggung dinamika politik internal Kosgoro 1957. Ia meminta para kandidat ketua umum untuk tetap menjaga persatuan di tengah kontestasi.
“Tapi saya pengin Ibu Sari maupun La Ode… silakan bertanding, tapi untuk bersanding,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kompetisi, tetapi oleh soliditas dan kerja sama antar kader.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Bahlil soal BBM dan LPG ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah memilih stabilitas sosial dibanding penyesuaian harga energi, setidaknya hingga akhir 2026.
Namun di tengah kepastian itu, pertanyaan baru muncul: sampai kapan kebijakan subsidi ini bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi global yang terus berubah? (Firman/Mun)
-
DUNIA23/10/2026 12:00 WIBAS Tarik Staf Kedutaan dari Arab Saudi Imbas Ancaman Houthi
-
OPINI23/10/2026 12:50 WIB73 Tahun KPU Menjaga Marwah Demokrasi
-
RAGAM23/10/2026 23:00 WIBPemanasan Global Tinggalkan Jejak Mengejutkan di Laut
-
DUNIA23/10/2026 15:00 WIBNetanyahu Perintahkan Mossad Gulingkan Rezim Iran Sekarang
-
NASIONAL23/10/2026 16:00 WIBSenator ProDem Sebut Luhut Cederai Semangat Prabowo Berantas Korupsi
-
NASIONAL23/10/2026 16:29 WIBAntusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang
-
NUSANTARA23/10/2026 12:30 WIBPerampok Bercelurit Bantai Ibu & Anak di Toko Emas Jember
-
POLITIK23/10/2026 13:00 WIBMardani Ali Sera Sebut Pansel KPU Periode 2027–2032 Sudah Dibentuk