Connect with us

DUNIA

Israel Diduga Serang Basis PBB di Lebanon

Aktualitas.id -

Israel Diduga Serang Basis PBB di Lebanon, Foto: Ilustrasi - aktulitas.id

AKTUALITAS.ID – Serangan terhadap markas pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon memicu kecaman internasional. Dalam insiden tersebut, tiga tentara penjaga perdamaian asal Ghana dilaporkan terluka setelah pangkalan mereka dihantam serangan rudal.

Insiden terjadi di wilayah Qawzah, Lebanon selatan, saat pertempuran antara militer Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah semakin memanas.

Menurut pernyataan resmi UNIFIL, serangan terjadi di tengah baku tembak sengit yang berlangsung pada Jumat malam (6/3/2026).

“Di tengah baku tembak hebat malam ini, tiga pasukan penjaga perdamaian terluka di dalam pangkalan mereka di Qawzah,” kata UNIFIL dalam pernyataan resminya.

Salah satu korban yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan perawatan medis.

Militer Ghana mengungkapkan bahwa markas batalion mereka yang bertugas di bawah UNIFIL menjadi sasaran dua serangan rudal.

Dalam serangan tersebut, dua tentara mengalami luka berat sementara satu lainnya mengalami trauma. Selain itu, fasilitas mess perwira di pangkalan tersebut juga dilaporkan terbakar habis.

Meski demikian, baik UNIFIL maupun pihak militer Ghana belum secara resmi memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

UNIFIL menegaskan bahwa insiden ini akan diselidiki lebih lanjut.

“Tidak dapat diterima bahwa pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan mandat Dewan Keamanan PBB menjadi sasaran,” tegas UNIFIL.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam keras serangan yang disebutnya sebagai aksi militer Israel terhadap wilayah negaranya.

Ia menilai serangan tersebut bahkan telah menyasar langsung markas pasukan penjaga perdamaian PBB.

Sementara itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga mengutuk keras insiden tersebut setelah melakukan pembicaraan dengan pemimpin Lebanon dan Suriah.

Macron menyebut serangan terhadap pasukan PBB sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan menegaskan bahwa Prancis akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk mencegah konflik meluas di kawasan.

Pasukan UNIFIL telah bertugas di Lebanon selama beberapa dekade sebagai penyangga antara Israel dan Lebanon, terutama di wilayah perbatasan yang kerap menjadi titik konflik.

Selain menjaga stabilitas kawasan, UNIFIL juga membantu tentara Lebanon dalam membongkar infrastruktur militer Hizbullah di dekat perbatasan Israel setelah konflik besar pada tahun 2024.

Saat ini, pasukan penjaga perdamaian PBB tersebut dijadwalkan menarik seluruh personelnya dari Lebanon pada pertengahan tahun 2027.

Namun dengan meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah, masa depan operasi UNIFIL kini kembali menjadi sorotan internasional. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version