EKBIS
IHSG Naik 0,32% di Awal Perdagangan Kamis
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis pagi (12/2/2026) dibuka menguat 26,27 poin atau 0,32 persen ke level 8.317,24.
Sejalan dengan penguatan IHSG, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut naik 1,28 poin atau 0,15 persen ke posisi 843,23.
Meski dibuka di zona hijau, pergerakan IHSG pada pagi hari berlangsung fluktuatif. Indeks sempat bergerak dua arah dalam rentang 8.258–8.334, setelah sebelumnya dibuka di zona merah, lalu menguat, sebelum kembali terkoreksi.
Pada pukul 09.30 WIB, IHSG tercatat melemah 4,94 poin atau 0,06 persen ke level 8.286. Dalam 30 menit pertama perdagangan, sebanyak 12,08 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,22 triliun dari 790.395 kali transaksi.
Sebanyak 253 saham menguat, 290 saham melemah, dan 180 saham stagnan.
Sementara itu, indeks saham syariah dan sektoral menunjukkan pergerakan variatif. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,25 persen ke posisi 572,57, KOMPAS100 naik 0,07 persen menjadi 1.172,49, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bertambah 0,25 persen ke level 296,90. Adapun IDX30 naik 0,11 persen ke posisi 436,51, sedangkan JII70 menguat 0,40 persen ke level 212,31.
Namun, indeks LQ45 justru tercatat melemah tipis 0,09 persen ke posisi 841,20.
Dari sisi global, pergerakan IHSG terjadi di tengah pelemahan indeks utama Wall Street pada perdagangan sebelumnya, Rabu (11/2/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 66,74 poin ke 50.121,40, S&P 500 melemah tipis 0,34 poin menjadi 6.941,47, dan Nasdaq Composite turun 36,01 poin ke level 23.066,47.
Analis menilai penguatan IHSG pagi ini didorong oleh kombinasi sentimen positif domestik dan global. Dari dalam negeri, investor merespons optimistis rencana pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi senilai Rp12,83 triliun untuk menjaga daya beli dan konsumsi domestik di awal tahun 2026.
Selain itu, hasil pertemuan teknis antara manajemen BEI dan MSCI Inc. turut meningkatkan optimisme pasar terhadap perbaikan integritas pasar modal Indonesia, yang diharapkan dapat mendorong arus masuk dana asing (capital inflow).
Secara sektoral, energi dan konsumer diperkirakan masih menjadi motor penggerak utama IHSG. Namun, investor tetap diminta waspada terhadap potensi volatilitas, khususnya di sektor keuangan, seiring tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat kuatnya data ekonomi Amerika Serikat.
Dari sisi teknikal, IHSG berpeluang menguji level resistance di kisaran 8.350–8.400. Investor disarankan menerapkan strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat yang mengalami koreksi teknis, terutama di sektor infrastruktur dan barang konsumsi. (Firmansyah/Mun)
-
NASIONAL11/02/2026 13:00 WIBBantu Warga Gaza, Mensesneg Ungkap RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian
-
POLITIK11/02/2026 14:00 WIBNasDem Belum Putuskan Dukungan Prabowo Dua Periode
-
JABODETABEK11/02/2026 19:00 WIBParkir Liar dan PKL di Pancoran Glodok Ditertibkan Petugas
-
JABODETABEK11/02/2026 14:30 WIBPaspampres Bantah Anggotanya Terlibat Penganiayaan Ojol di Kembangan
-
RAGAM11/02/2026 15:30 WIBJangan Sembarangan, Ini Daftar 99 Pekerjaan yang Bisa Diisi di KTP dan KK
-
FOTO11/02/2026 16:30 WIBFOTO: Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
NUSANTARA11/02/2026 17:30 WIBProgam Hapus Tato Gratis Diminati Ratusan Pemuda
-
NUSANTARA11/02/2026 13:30 WIBRentetan Kasus Keracunan MBG di Sidikalang, Pati, dan Ogan Ilir: Ratusan Siswa Tumbang