EKBIS
IHSG Anjlok di Bawah 5.900
AKTUALITAS.ID – Pasar keuangan Indonesia membuka perdagangan Selasa (13/10/2026) dengan tekanan keras. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tersungkur ke zona merah, sementara nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG dibuka di level 5.914,98 dan terus mengalami pelemahan hingga menyentuh posisi terendah di 5.880,85. Pada pukul 09.05 WIB, indeks tercatat berada di level 5.901,82 atau turun 34,32 poin setara 0,58 persen.
Tekanan jual masih berlanjut. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan pada pukul 09.10 WIB, IHSG bahkan jatuh 53,32 poin atau 0,90 persen ke level 5.882,8. Posisi ini semakin menjauhkan indeks dari level psikologis 6.000 yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Mayoritas saham bergerak di zona merah. Sebanyak 368 saham melemah, hanya 187 saham yang menguat, sementara 167 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terbilang tinggi. Dalam sekitar 10 menit pertama perdagangan, volume transaksi mencapai 3,50 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,20 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 172.780 transaksi.
Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi di tengah sentimen negatif global. Bursa saham Asia kompak melemah tajam dipimpin oleh saham-saham teknologi yang mendapat tekanan kuat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga minyak dunia.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tercatat turun 2 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi yang didominasi saham teknologi merosot hingga 6 persen. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang anjlok 2,6 persen setelah kembali dibuka usai masa libur.
Di pasar mata uang, rupiah juga belum mampu keluar dari tekanan. Mengacu data Bloomberg, rupiah melemah 28 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.941 per dolar AS pada pukul 09.14 WIB.
Pergerakan mata uang Asia pun cenderung beragam. Yen Jepang menjadi salah satu yang mampu menguat 0,18 persen terhadap dolar AS. Sebaliknya, yuan China turun 0,02 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen, dan dolar Singapura terkoreksi tipis 0,01 persen.
Kombinasi pelemahan IHSG dan rupiah menunjukkan tingginya kehati-hatian investor terhadap risiko global. Ketegangan geopolitik, lonjakan harga energi, serta menguatnya dolar AS menjadi faktor utama yang saat ini membayangi pasar keuangan, baik di Indonesia maupun kawasan Asia.
Dengan IHSG yang sudah terjun ke bawah 5.900 dan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, pelaku pasar kini menanti apakah tekanan ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal gelombang pelemahan yang lebih dalam. (Firman/Mun)
-
POLITIK12/10/2026 16:00 WIBSurvei CELIOS: Rapor Prabowo-Gibran di Bawah Angka 5
-
NASIONAL12/10/2026 16:30 WIBHabib Syarief Desak Usut Tuntas Perusakan Bus Persib di Batang
-
RAGAM12/10/2026 13:30 WIBBMKG Ungkap Skenario Terburuk Megathrust
-
NUSANTARA12/10/2026 12:30 WIBPVMBG: Jangan Dekati Anak Krakatau
-
POLITIK12/10/2026 13:00 WIBDKPP Terima Dua Aduan Syarat Pilpres
-
POLITIK13/10/2026 06:00 WIBPKS Belum Putuskan Prabowo 2029
-
EKBIS12/10/2026 14:00 WIBKemnaker Catat 63.789 Korban PHK hingga September 2026
-
EKBIS12/10/2026 11:30 WIBBappenas Buka Lowongan Non-ASN