Connect with us

EKBIS

Bahlil: Stok BBM Aman 18 Hari

Aktualitas.id -

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Bali yang memicu kekhawatiran masyarakat soal pasokan bahan bakar minyak (BBM), Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman.

Menurut Bahlil, tidak ada masalah pada ketersediaan BBM secara nasional. Antrean yang terjadi di sejumlah wilayah Bali disebut lebih disebabkan oleh gangguan distribusi dibandingkan kekurangan pasokan.

“Kalau stok nasional itu di angka 16 sampai 18 hari, jadi masih clear. Enggak ada masalah secara stok nasional. Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala,” kata Bahlil di Istana Negara, Kamis (15/10/2026).

Bahlil mengaku masih menunggu laporan lengkap dari PT Pertamina (Persero) terkait kondisi terkini di Bali. Pasalnya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, masih berada di lokasi untuk memantau langsung situasi distribusi BBM.

Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Bali dalam beberapa hari terakhir.

Simon menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pertamina, kata dia, terus berupaya mempercepat normalisasi distribusi agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.

“Tanpa untuk pembenaran, kami mohon maaf atas kejadian ini,” ujar Simon.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama terganggunya distribusi BBM adalah kendala operasional pada kapal tanker saat proses pembongkaran muatan. Jangkar kapal mengalami hambatan sehingga jadwal distribusi yang semula direncanakan berlangsung pada pagi hari mengalami keterlambatan hingga malam hari.

Gangguan tersebut memicu keterlambatan pasokan ke sejumlah SPBU dan memperpanjang waktu tunggu distribusi BBM di berbagai wilayah Bali.

Di lapangan, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU yang tersebar di Denpasar, Badung, Tabanan, dan beberapa kabupaten lainnya. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kemungkinan kelangkaan BBM.

Namun, selain faktor distribusi, antrean juga diperparah oleh aksi pembelian serentak yang dipicu kepanikan warga. Banyak pengendara berbondong-bondong mengisi tangki kendaraan karena khawatir pasokan akan habis, sehingga tekanan terhadap SPBU meningkat dalam waktu bersamaan.

Pemerintah dan Pertamina kini berupaya mempercepat distribusi untuk mengurai antrean serta memastikan pasokan kembali normal. Dengan stok nasional yang diklaim masih berada pada level aman, fokus utama saat ini diarahkan pada pemulihan rantai distribusi agar pelayanan kepada masyarakat Bali dapat berjalan lancar seperti biasa. (Firman/Mun)

TRENDING

Exit mobile version