Connect with us

JABODETABEK

Kalah Balap Lari, Anak Polisi di Depok Diduga Lakukan Penganiayaan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Video dugaan penganiayaan yang melibatkan anak di bawah umur viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi usai lomba balap lari di wilayah Curug, Cimanggis, Depok, dan dinarasikan salah satu terduga pelaku merupakan anak anggota kepolisian yang tidak terima kalah.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan bahwa kasus tersebut telah ditangani melalui Polsek Cimanggis.

Menurut Made, sebelum kejadian terdapat dua kelompok anak berusia sekitar 11 hingga 12 tahun yang sepakat menggelar lomba lari pada Rabu (25/2/2026) malam di daerah Curug, Cimanggis.

“Setelah perlombaan selesai, salah satu pihak tidak menerima kekalahan, kemudian memanggil temannya dan mengejar salah satu anak dari kelompok pemenang,” ujar Made di Mapolres, Jumat (27/2/2026).

Dalam video yang beredar, terlihat seorang anak ditarik dan diseret oleh terduga pelaku. Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cimanggis karena merasa dirugikan.

Usai menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dan mempertemukan kedua belah pihak untuk mediasi. Hasilnya, disepakati penyelesaian secara kekeluargaan melalui mekanisme restorative justice.

Made menjelaskan, proses hukum tidak dilanjutkan karena adanya kesepakatan kedua pihak. Ia juga menyebut salah satu terduga pelaku diketahui memiliki keterbatasan mental, sementara satu lainnya merupakan anak anggota kepolisian.

Meski demikian, Made menegaskan tidak ada intervensi dari pihak kepolisian dalam penanganan perkara tersebut. Ia menegaskan tindakan penganiayaan tetap tidak dibenarkan.

“Walaupun anggota tersebut memiliki anak yang terlibat, perbuatan penganiayaan tetap tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Polisi memastikan korban tidak mengalami luka serius akibat kejadian tersebut. Kedua keluarga telah sepakat menyelesaikan persoalan ini sebagai bentuk kenakalan remaja yang diselesaikan secara kekeluargaan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama saat berinteraksi di luar rumah. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version