Connect with us

JABODETABEK

Tok! Gubernur Pramono Larang Ondel-ondel Ngamen di Jalanan Jakarta

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang penggunaan ondel-ondel untuk kegiatan mengamen di jalanan. Ia menegaskan bahwa ondel-ondel merupakan ikon budaya Betawi yang harus dijaga kehormatannya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas terkait maraknya penggunaan ondel-ondel sebagai sarana mengamen di jalanan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa ondel-ondel tidak boleh lagi digunakan untuk kegiatan tersebut karena merupakan simbol budaya Betawi yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi.

“Untuk ondel-ondel, kami sudah membuat keputusan untuk melarang ondel-ondel di jalanan karena itu adalah ikon Betawi dan ikon Jakarta,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Sabtu (11/4/2026).

Ia menilai praktik mengamen dengan ondel-ondel tidak sejalan dengan upaya pelestarian budaya, sehingga perlu ditertibkan.

Untuk itu, Pramono meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar melakukan penertiban terhadap aktivitas tersebut di lapangan.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tidak serta-merta menerapkan sanksi tegas. Pemerintah akan lebih dulu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pengamen.

“Kami akan memberikan edukasi, dan saya minta Satpol PP untuk melarang di tempat-tempat seperti itu,” jelasnya.

Pramono menambahkan bahwa pendekatan persuasif menjadi prioritas awal guna membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga marwah budaya Betawi.

Ke depan, Pemprov DKI berencana mengangkat kembali peran ondel-ondel dalam berbagai acara resmi dan perayaan besar di Jakarta.

Salah satunya adalah dalam peringatan 500 tahun Kota Jakarta, di mana ondel-ondel akan ditampilkan secara lebih meriah sebagai bagian dari identitas budaya.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi ondel-ondel sebagai simbol budaya yang dihormati, sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi Betawi di tengah perkembangan kota modern. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version