POLITIK
Waketum PAN Sebut Pelaporan Saiful Mujani Sudah Tepat
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai pelaporan terhadap Saiful Mujani terkait dugaan ajakan menggulingkan pemerintah merupakan langkah tepat dalam menjaga stabilitas demokrasi.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay, menyatakan bahwa langkah hukum terhadap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi sudah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Menurutnya, pelaporan tersebut bukan sekadar proses hukum biasa, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas demokrasi di tengah dinamika politik nasional.
“Ajakan yang disampaikan di ruang publik sangat mudah dipahami masyarakat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan,” ujar Saleh dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Subjudul: Dinilai Berpotensi Picu Keresahan
Saleh menilai narasi ajakan untuk mengonsolidasikan kekuatan guna menjatuhkan pemerintahan Prabowo Subianto berpotensi disalahartikan oleh publik.
Ia menegaskan bahwa penyebaran pesan tersebut melalui media sosial dapat mempercepat munculnya keresahan dan ketidaktertiban di masyarakat.
Karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan secara profesional dan transparan.
Sebagai Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun tetap memiliki batas.
Menurutnya, setiap warga negara tetap berkewajiban menjaga ketertiban umum dan tidak menyebarkan narasi yang berpotensi memecah belah.
Ia juga menegaskan pentingnya kesetaraan di hadapan hukum.
“Penegakan hukum harus berlaku untuk semua, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan terhadap Saiful Mujani yang diajukan oleh masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut laporan tersebut terkait dugaan pelanggaran Pasal 246 UU Nomor 1 Tahun 2023.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak memperkeruh situasi dengan isu SARA maupun politisasi berlebihan.
Di tengah polemik yang berkembang, Saleh menilai Presiden Prabowo tidak akan terpengaruh signifikan. Pemerintah disebut tetap fokus menjalankan agenda prioritas nasional, sementara proses hukum diharapkan berjalan objektif demi menjaga stabilitas demokrasi. (Bowo/Mun)
-
RIAU03/10/2026 13:49 WIBKapolri Rotasi Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri
-
DUNIA03/10/2026 08:00 WIBSingapore Airlines Stop Terbang ke Dubai hingga Desember
-
NASIONAL03/10/2026 15:00 WIBKuliah Umum di Akpol, Irjen Herry Heryawan: Pemimpin Polri Harus Mampu Membaca Perubahan
-
NUSANTARA03/10/2026 07:30 WIBGeger! Kolonel TNI Pesan Sabu dari Pacar Pemasok Narkoba
-
NUSANTARA03/10/2026 22:00 WIBAnak Durhaka! Ibu Kandung Tewas Dihabisi Pakai Kayu di Halaman Rumah
-
NASIONAL03/10/2026 07:00 WIBBukan Cuma Tanah, Sarmuji Punya Kapal Tanker Rp5,5 Miliar
-
NASIONAL03/10/2026 11:00 WIBMori Hanafi Minta Kemampuan Basarnas Terus Diperkuat Hadapi Operasi Ekstrem
-
POLITIK03/10/2026 11:45 WIBBawaslu Sebut Dapil Problematik Perlu Ditata Ulang Jelang Pemilu 2029