NASIONAL
Aktivis 98 Nilai Langkah Sufmi Dasco Tampilkan Gaya Baru Pimpinan DPR
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad belakangan ini menjadi sorotan setelah dinilai sebagai “tukang stempel pemerintah” oleh salah satu media nasional karena aksinya dalam menangani berbagai isu politik yang berkembang di masyarakat.
Namun, pandangan ini dibantah oleh aktivis 98 ITB Bandung, Khalid Zabidi, yang menilai bahwa langkah-langkah Dasco merupakan wujud gaya baru pimpinan DPR yang lebih proaktif dalam merespons permasalahan politik.
Khalid mengungkapkan bahwa Dasco telah mengambil inisiatif dalam mengatasi sejumlah isu, seperti isyu kisruh pagar laut, antrian gas LPG 3 kg subsidi, hingga penanganan masalah SNBP yang berdampak pada siswa.
“Dasco bukan stempel pemerintah; dia menunjukkan gaya politik baru yang cepat dalam menanggulangi masalah yang ada,” tegas Khalid dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/2/2025).
Terkait penundaan rapat pembahasan anggaran di DPR, Khalid menjelaskan bahwa Dasco telah menegaskan bahwa hal ini dilakukan agar kementerian dan lembaga memiliki waktu yang memadai untuk melakukan rekonstruksi anggaran. “Pembahasan anggaran ini sangat penting sehingga perlu disikapi dengan detail dan hati-hati,” lanjutnya.
Khalid juga mencatat bahwa langkah proaktif Dasco berasal dari aspirasi masyarakat, sehingga perlu mendapat apresiasi. (Mun/Ari Wibowo)
-
FOTO31/03/2026 18:00 WIBFOTO: Zulhas Buka Rakernas I PAN
-
JABODETABEK31/03/2026 14:30 WIBKaryawati Jakpus Jadi Korban Kekerasan Seksual Atasan
-
RIAU31/03/2026 18:17 WIBNelayan Meranti Terima 20 Mesin Ketinting, Kapolda Riau Dorong Ekonomi Pesisir
-
NASIONAL31/03/2026 14:00 WIB3 Prajurit TNI Gugur, DPR Desak RI Lawan Israel
-
RAGAM31/03/2026 13:30 WIBBRIN Ingatkan Risiko Panen Turun Akibat Cuaca Ekstrem
-
NASIONAL31/03/2026 19:00 WIBPemerintah dan Pertamina Sepakat Harga BBM Batal Naik
-
NASIONAL31/03/2026 18:31 WIBKronologi Dokter Magang di Cianjur Meninggal Dunia usai Tangani Pasien Campak
-
EKBIS31/03/2026 09:30 WIBDibuka Hijau, IHSG Langsung Tergelincir ke Zona Merah