Connect with us

NASIONAL

Konflik Myanmar & Thailand-Kamboja Memanas, Prabowo: Indonesia Dorong Solusi Damai ASEAN

Aktualitas.id -

Presiden Indonesia Prabowo Subianto. (Dok: Foto/BPMI)

AKTUALITAS.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya ASEAN mencari solusi damai atas konflik yang melanda kawasan, termasuk perang saudara di Myanmar dan ketegangan bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna ke-8 yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu siang, Presiden Prabowo menyoroti dinamika kawasan dan global yang semakin kompleks dan berpotensi mengganggu stabilitas geopolitik serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kita lihat di kawasan kita sendiri, konflik di Myanmar masih berlanjut tanpa arah penyelesaian damai yang jelas. Meski begitu, Indonesia akan terus mendukung peran ASEAN dalam mencari solusi damai untuk negara-negara tetangga kita. Belum lagi kini muncul konflik bersenjata antara sesama anggota ASEAN, yaitu Thailand dan Kamboja,” ujar Presiden.

Presiden juga mengungkapkan bahwa situasi global saat ini jauh lebih rumit dibandingkan saat awal pemerintahan dimulai pada 20 Oktober 2024. Ia menyebutkan sejumlah konflik besar yang memengaruhi dunia, seperti perang di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah—termasuk Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah—serta konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung dinamika ekonomi global yang turut diperparah oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, termasuk penetapan tarif terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintahannya tetap solid dan fokus dalam menghadapi tantangan yang ada.

“Kita tetap tenang, bekerja sebagai satu tim, mengedepankan diplomasi dan kepentingan rakyat. Kita tidak boleh terpancing emosi. Tugas utama pemerintah adalah melindungi rakyat, para pekerja, dan keluarganya,” tegasnya.

Sidang Kabinet Paripurna kali ini turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta para menteri kabinet. Rapat tersebut merupakan yang kedelapan sejak Prabowo-Gibran resmi memimpin pemerintahan. (ARI WIBOWO/DIN) 

TRENDING