Connect with us

NASIONAL

PFI Jakarta Kecam Aksi Brutal Polisi Terhadap Jurnalis Foto Antara di Aksi DPR

Aktualitas.id -

Para wartawan yang tergabung dalam Koalisi Untuk Kemerdekaan dan Kebebasam Pers membentangkan poster ketika aksi solidaritas jurnalis di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/4/2021). Dalam aksinya, mereka mendesak agar kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan yang diduga dilakukan oknum aparat terhadap wartawan Tempo Nurhadi ketika melakukan peliputan terkait kasus dugaan suap pajak Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.AKTUALITAS.ID/Firmansyah.

AKTUALITAS.ID – Asosiasi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFI Jakarta) mengecam keras tindak kekerasan oleh polisi yang dialami jurnalis foto Antara, Bayu Pratama S, saat meliput demonstrasi di depan Gedung DPR, Senin (25/8/2025).

Ketua PFI Jakarta, Herman menilain tindakan berupa serangan fisik maupun intimidasi itu dinilai sebagai ancaman serius bagi kebebasan pers dan demokrasi, sekaligus melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Oleh karena itu, PFI Jakarta dengan tegas mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku. Selain itu, media diminta menjamin keselamatan jurnalis di lapangan dengan menyusun SOP khusus untuk menangani kasus kekerasan terhadap pekerja pers.

Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan karena mengancam hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar. Perlindungan terhadap jurnalis adalah bagian dari komitmen menjaga demokrasi,” tegas Herman dalam pernyataan resminya.

Korban kekerasan, Bayu Pratama S, meminta kepada aparat untuk benar-benar menunjukkan sikap melindungi kerja pewarta foto saat berada di lapangan.

“Saya menanti bukti dan itikad baik pihak kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas pelaku dan memberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, saya berharap aparat diberikan edukasi tentang kerja-kerja pewarta agar insiden serupa tidak terulang di masa depan,” ujar Bayu.

PFI Jakarta juga mendorong masyarakat serta pejabat publik untuk menghormati kebebasan pers dan tidak melakukan tindakan intimidasi terhadap jurnalis. (Dede Kurniawan/KBH).

TRENDING