NASIONAL
Eddy Soeparno Dorong Penguatan Cadangan Migas Nasional hingga 90 Hari
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mendorong penguatan cadangan minyak dan gas (migas) nasional guna menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Ia menyatakan dukungannya terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar cadangan strategis migas nasional ditingkatkan hingga mencapai 90 hari, dari kondisi saat ini yang diperkirakan hanya cukup sekitar 20 hari.
Menurut Eddy, setiap negara yang bergantung pada migas untuk menggerakkan perekonomiannya membutuhkan ketersediaan pasokan yang stabil dan andal, terutama bagi sektor industri vital seperti pupuk, petrokimia, hingga transportasi.
“Setiap negara yang memiliki kebutuhan migas untuk menggerakkan perekonomian dalam negeri memerlukan ketersediaan dan keandalan pasokan agar berbagai sektor industri bisa tetap beroperasi,” ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih berstatus net importir migas, sehingga penguatan cadangan energi menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi gangguan pasokan global.
Eddy juga menyoroti situasi geopolitik dunia yang tengah memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan energi global.
“Sekarang kita tidak hanya berbicara tentang availability of supply atau ketersediaan pasokan, tetapi juga reliability of supply, yakni keandalan pasokan energi bagi kebutuhan dalam negeri,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa jika cadangan migas nasional habis tanpa pasokan tambahan, dampaknya bisa sangat besar terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Transportasi darat, laut, hingga udara berpotensi terganggu. Selain itu, berbagai industri yang bergantung pada migas sebagai bahan baku seperti pabrik pupuk, produsen plastik, dan petrokimia juga bisa terhenti.
Karena itu, Eddy menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah diversifikasi sumber impor migas, sehingga Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembangunan kapasitas penyimpanan migas (storage capacity) guna menampung cadangan energi strategis.
Eddy turut mendorong penyediaan anggaran tambahan untuk pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut serta pembelian komoditas migas sebagai cadangan nasional.
Lebih lanjut, ia mendukung pembentukan National Petroleum Fund yang dapat digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.
Menurut Eddy, keberadaan cadangan migas yang kuat tidak hanya penting saat krisis, tetapi juga bermanfaat dalam kondisi normal.
Cadangan tersebut dapat berfungsi sebagai penyangga harga energi, terutama ketika terjadi lonjakan harga minyak dunia secara tiba-tiba.
“Krisis geopolitik dan perang di Timur Tengah saat ini mengajarkan bahwa ketahanan energi sangat vital bagi keberlangsungan perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketahanan energi seharusnya disejajarkan dengan ketahanan nasional, karena keduanya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan negara. (Mun)
-
RAGAM07/03/2026 10:00 WIBPemerintah Blokir Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret
-
RAGAM07/03/2026 22:42 WIBPerjalanan Karier Vidi Aldiano di Industri Musik Indonesia
-
FOTO07/03/2026 22:59 WIBFOTO: Aksi Tolak Serangan ke Palestina, Massa Ajak Boikot Produk Israel
-
PAPUA TENGAH07/03/2026 18:17 WIBDirut BPJS Kesehatan Gandeng Pemda Mimika Perkuat JKN
-
JABODETABEK07/03/2026 08:30 WIBBegal di Taman Galaxy Bekasi Tersungkur Ditabrak Suami Korban
-
NASIONAL07/03/2026 18:30 WIBMudik Gratis Lintas Moda Perkuat Layanan Angkutan Lebaran
-
DUNIA07/03/2026 12:00 WIBKonflik Iran, Kurdi Tak Mau Jadi Pion AS
-
JABODETABEK07/03/2026 07:30 WIBDaftar Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini

















