Connect with us

NASIONAL

Asap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Amukan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang makin beringas memaksa MPR RI mendesak langkah ekstrem dan modern. Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, secara tajam mengultimatum pemerintah untuk segera mengerahkan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna menjinakkan api di berbagai wilayah kritis.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai metode konvensional tak lagi cukup untuk melawan kecepatan rambatan api. AI dinilai mutlak diperlukan untuk memetakan pergerakan angin secara presisi.

“Tidak hanya pemantauan, tetapi juga AI yang bisa memperkirakan arah angin ke mana, kemudian titik-titik mana yang bisa berkembang cepat, lebih cepat daripada yang lain-lain. Jadi saya kira ini adalah langkah berikutnya yang harus segera kita laksanakan,” tegas Eddy di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ancaman Karhutla tahun ini memang memiliki eskalasi bahaya yang berbeda. Eddy menyoroti fenomena kemarau panjang El Nino yang diprediksi masih akan terus memanggang Indonesia hingga tahun depan. Kondisi ini membuat upaya pemadaman menjadi sangat rumit. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah membuang gengsi dan segera melibatkan bantuan dari negara-negara tetangga.

Fakta di lapangan memang menunjukkan status gawat darurat. Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 Oktober 2026, si jago merah telah menghanguskan 639,23 hektare lahan di enam provinsi. Provinsi Kalimantan Tengah menjadi episentrum petaka dengan luas lahan terbakar mencapai angka fantastis, yakni 513,89 hektare.

Kawasan konservasi kebanggaan negara pun tak luput dari amukan api. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung dan kawasan Tanjung Puting kini menjadi area prioritas penanganan. Saat ini, tim gabungan BNPB masih terus bertaruh nyawa berjibaku memadamkan titik-titik api yang belum sepenuhnya mati, sembari berharap turunnya hujan di sejumlah daerah bisa mempercepat proses pendinginan alam. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version