NASIONAL
Senator ProDem Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Karhutla
AKTUALITAS.ID – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia kian memanas dan kini bergulir menjadi skandal internasional. Protes keras dan atensi serius dari negara tetangga, khususnya Singapura, menampar keras wajah diplomasi perlindungan lingkungan Indonesia. Di tengah kepungan asap beracun tersebut, mencuat dugaan kuat bahwa ada 7 perusahaan besar yang menjadi aktor intelektual di balik pembakaran lahan.
Senator Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Wawan Leak, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan tangan besi dan tidak memandang sebelah mata krisis ini. Ia menuntut ketegasan sikap Istana untuk segera mengerahkan Badan Intelijen Strategis (BAIS) guna menelusuri kebenaran operasi kotor ketujuh korporasi tersebut.
“Hal itu penting karena sangat mencoreng Pemerintah Indonesia di mata dunia internasional,” tegas Wawan Leak di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Guna mencegah impunitas, ProDEM mendesak pemerintah agar tidak membuang waktu dan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus investigasi Karhutla. Satgas ini dinilai krusial untuk membongkar jaringan mafia tanah dan pengusaha nakal yang selama ini kebal hukum.
Kritik tajam Wawan tak hanya menyasar para konglomerat, melainkan menukik tajam ke jantung birokrasi pemerintahan. Ia secara blak-blakan menyoroti indikasi pembiaran parah yang terjadi di tubuh Kementerian Kehutanan di bawah komando Raja Juli. Lebih jauh, ia menuntut agar kementerian terkait segera memberikan pertanggungjawaban atas isu liar yang beredar mengenai dugaan keterlibatan “orang dalam” terkait langgengnya bencana Karhutla.
“Di tengah pembiaran dari Kementerian Kehutanan yang diawaki Raja Juli, ada dugaan keterlibatan dalam Karhutla. Berbagai anasir dan pendapat liar di masyarakat, musti dijelaskan kepada publik,” pungkas Wawan.
Pemerintah kini berpacu dengan waktu. Apabila absen dari tindakan penegakan hukum yang transparan dan tegas, krisis Karhutla dipastikan tidak hanya menghancurkan ekosistem paru-paru dunia, tetapi juga meruntuhkan wibawa kepemimpinan nasional di mata komunitas global. (Mun)
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
Berita17/10/2026 08:19 WIBFadli Zon Resmikan Museum Keris Indonesia di TMII, Pamerkan 6.021 Koleksi
-
NUSANTARA17/10/2026 07:30 WIBAwas! 3 Hari ke Depan Sumut Masih Terkepung Asap Beracun
-
DUNIA17/10/2026 21:00 WIBTerkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
-
OASE17/10/2026 05:00 WIBKisah Nabi Yunus dan Ikan Besar dalam Surat Ash-Shaffat
-
JABODETABEK17/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah
-
JABODETABEK17/10/2026 22:00 WIBNiat Numpang Tidur, Bocah 11 Tahun di Depok Malah Disodomi
-
NASIONAL17/10/2026 06:00 WIBBahlil Buka Suara Usai Dikabarkan Bakal Diganti Prabowo