NUSANTARA
Wellem Kayoi Desak Mendagri Batalkan Tahapan Seleksi Kursi DPRP
AKTUALITAS.ID – Wellem Kayoi, salah satu peserta seleksi kursi pengangkatan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) melalui mekanisme Otsus, mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis (16/1/2025) untuk menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Panitia Seleksi (Pansel).
Kayoi merasa Pansel tidak melaksanakan tugasnya dengan transparan dan konsekuen, yang menyebabkan ketidakpuasan terhadap tahapan seleksi yang telah dilakukan.
“Yang kami lakukan ini adalah bentuk ketidakpuasan kami kepada Pansel yang tidak bekerja secara konsekuen dan transparan,” ujar Kayoi di Kantor Kemendagri.
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap tahapan seleksi yang dirasa tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Kayoi kemudian meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk membatalkan tahapan seleksi kursi DPRP Otsus periode 2024-2029 yang telah dijalankan oleh Pansel, dan meminta agar proses tersebut diklarifikasi dan ditinjau kembali.
Ia juga telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait ketidakpuasan administrasi dalam seleksi tersebut.
Selama audiensi dengan pihak Kemendagri, Kayoi mengungkapkan beberapa masalah yang menurutnya mencederai profesionalisme Pansel, termasuk ketidaktransparanan dalam pengumuman nilai peserta seleksi dan adanya penerimaan peserta yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Nilai dari calon peserta seleksi tidak diumumkan secara terbuka, yang merupakan salah satu bentuk ketidaktransparanan,” jelasnya.
Selain itu, Kayoi juga mengkritik praktik Pansel yang membuka pendaftaran peserta seleksi tanpa melalui rekomendasi Dewan Adat Suku.
Menurutnya, sesuai dengan aturan, calon peserta seharusnya terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari Dewan Adat Suku sebelum mendaftar melalui Kesbangpol Kabupaten atau Provinsi.
“Hal ini menunjukkan bahwa Pansel tidak menghargai Dewan Adat Suku yang telah menyelenggarakan tahapan seleksi di tingkat lokal,” tegasnya.
Kayoi berharap Kementerian Dalam Negeri dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini agar proses seleksi dapat berlangsung dengan adil dan transparan. (Dama Ramadhan)
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 19:00 WIBAparat Gabungan Kembali Gagalkan Penyeludupan Miras di Pelabuhan Poumako
-
NASIONAL15/03/2026 20:00 WIBWacana ASN WFH, Komisi II: Layanan Publik Harus Tetap Optimal
-
NASIONAL15/03/2026 18:30 WIBKPK Cetak “Hattrick”, Alarm Darurat di Jawa Tengah
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 16:14 WIBApi Hanguskan Tiga Rumah Indekos di Mimika Baru
-
NASIONAL15/03/2026 14:00 WIBKapolri: Tak Ada Kenaikan BBM dalam Waktu Dekat
-
OLAHRAGA15/03/2026 16:00 WIBTak Hanya Putri KW, Alwi Farhan Juga Menyusul ke Final Swiss Open 2026
-
NUSANTARA15/03/2026 12:30 WIBPolisi Tangkap Operator Ekskavator Tambang Emas Ilegal
-
PAPUA TENGAH15/03/2026 21:00 WIBPerkuat Siskamtibmas, Wakapolres Mimika Resmikan Pos PEKA Manguni