Connect with us

NUSANTARA

Erupsi Gunung Marapi Lontarkan Abu Tebal ke Arah Timur Laut

Aktualitas.id -

Erupsi Gunung Marapi

AKTUALITAS.ID – Gunung Marapi, salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Rabu (14/1/2026) pagi. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 09.36 WIB ini disertai dengan lontaran abu vulkanik yang membumbung tinggi hingga 1.600 meter di atas puncak.

Letusan ini dilaporkan cukup signifikan, bahkan disertai suara dentuman keras yang terdengar hingga radius belasan kilometer dari pusat erupsi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, mengonfirmasi aktivitas vulkanik tersebut. Berdasarkan data instrumental, letusan terekam jelas di seismograf dengan intensitas yang cukup tinggi.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 14 Januari 2026 pukul 09.36 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak,” jelas Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/1/2026).

Rifandi merinci, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu terpantau condong ke arah timur laut hingga tenggara mengikuti arah angin saat kejadian.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30.5 milimeter dan durasi 78 detik,” tambahnya. Pada saat laporan awal dibuat, aktivitas letusan masih terpantau berlangsung.

Merespons peningkatan aktivitas ini, status Gunung Marapi saat ini ditetapkan pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos PGA Marapi mengeluarkan rekomendasi tegas demi keselamatan warga.

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diimbau untuk tidak mendekati kawah dan tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Marapi. Zona ini dinilai sangat berbahaya mengingat potensi lontaran material vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat di sekitar lereng juga diminta tetap tenang namun waspada, serta memantau informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut. (Irawan/Mun)

TRENDING

Exit mobile version