Connect with us

NUSANTARA

Gunung Semeru Erupsi 7 Kali dengan Letusan hingga 800 Meter

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Gunung Semeru erupsi pada Minggu (18/8/2024) pukul 11.49 WIB (PVMBG)

AKTUALITAS.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Dalam kurun waktu sekitar tiga jam, Gunung Semeru tercatat mengalami tujuh kali erupsi pada Rabu (4/2/2026) pagi, dengan tinggi kolom letusan bervariasi antara 300 meter hingga 800 meter di atas puncak.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu mulai menunjukkan aktivitas erupsi sejak dini hari.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.58 WIB, dengan kolom letusan setinggi sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyebut erupsi kedua terjadi pada pukul 06.10 WIB, dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak.

“Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Aktivitas erupsi berlanjut pada pukul 06.56 WIB, dengan tinggi kolom letusan menurun menjadi 300 meter di atas puncak. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis ke arah utara.

Tak lama berselang, erupsi keempat tercatat pada pukul 07.05 WIB, dengan kolom letusan setinggi sekitar 600 meter dan intensitas abu sedang ke arah utara. Erupsi kembali terjadi pada pukul 07.15 WIB, dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak, menjadi yang tertinggi dalam rangkaian erupsi pagi itu.

“Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dan intensitas sedang ke arah utara,” ujar Liswanto.

Erupsi keenam terjadi pada pukul 07.46 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 400 meter di atas puncak. Sementara itu, erupsi ketujuh tercatat pada pukul 08.02 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena puncak gunung tertutup kabut.

Liswanto menegaskan, saat ini Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.

Warga dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan bahaya lontaran batu pijar,” tegasnya.

PVMBG juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan. (Kusuma/Mun)

TRENDING